China dan Rusia Klaim Pulangkan Puluhan Ribu Pekerja Korut

Kompas.com - 27/03/2019, 14:17 WIB
Warga Korea Utara menyaksaikan di layar besar yang menayangkan pertemuan ketujuh Partai Buruh di Pyongyang (21/4/2018). AFP/KIM WON-JINWarga Korea Utara menyaksaikan di layar besar yang menayangkan pertemuan ketujuh Partai Buruh di Pyongyang (21/4/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebuah dokumen yang masuk ke Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB menyebutkan, China dan Rusia mengklaim memulangkan puluhan ribu pekerja asal Korea Utara ( Korut).

Diwartakan CNN Rabu (27/3/2019), Rusia mengklaim jumlah pekerja Korut dengan visa resmi menyusut dari semula 30.023 orang menjadi 11.490 orang.

Sementara China yang merupakan sekutu utama Korut menyebut lebih dari setengah warga negeri komunis itu telah diinstruksikan untuk pulang.

Baca juga: Trump Cabut Sanksi terhadap Korut karena Menyukai Kim Jong Un

Seorang diplomat anonim PBB mengonfirmasi laporan dua negara setebal satu halaman itu telah dikirim ke komite sanksi sesuai resolusi 2017.

Resolusi yang dibuat pada Desember 2017 menginstruksikan agar seluruh pekerja Korut dipulangkan paling lambat pada akhir 2019 ini.

Tidak dijelaskan berapa jumlah pasti pekerja yang direpatriasi di China, dengan Beijing menegaskan mereka tidak ingin laporan mereka dipublikasikan.

Dalam konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyatakan pemerintah mereka dengan "tegas" menerapkan sanksi PBB terhadap Korut.

Amerika Serikat ( AS) dilaporkan terus mendesak agar sanksi terhadap Korut semakin ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir.

Pekan lalu, Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi dua perusahaan perkapalan China karena membantu Korut menghindari sanksi.

"Setiap orang harus memperhatikan dan meninjau kegiatan mereka untuk memastikan tidak terlibat," ujar Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.

Washington percaya Korut mempunyai setidaknya 100.000 pekerja di luar negeri, dengan mayoritas bermukim di China dan Rusia.

Keberadaan pekerja Korut di luar negeri adalah sumber devisa bagi Pyongyang untuk mendanai uji coba program rudal dan senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri AS sebelumnya menggambarkan tenaga kerja Korut di Rusia "seperti budak", dengan para buruh dikabarkan tinggal di tempat kumuh.

Korut dilaporkan berupaya mencari cara mencabut sanksi PBB yang disebut mencekik ekonomi dan dianggap sebagai pelanggar kedaulatan negara.

Baca juga: Korut: AS Baru Saja Membuang Kesempatan Emas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X