Korut: AS Baru Saja Membuang Kesempatan Emas

Kompas.com - 15/03/2019, 20:13 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, dalam pertemuan hari kedua Kamis (28/2/2019). via Sky NewsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, dalam pertemuan hari kedua Kamis (28/2/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara ( Korut) menyatakan, mereka tengah mempertimbangkan untuk menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat ( AS) terkait denuklirisasi.

Peringatan itu muncul di tengah isu Korut tengah memulai kembali aktivitasnya di situs peluncuran roket dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: CIA Diduga Terlibat Aksi Pencurian Komputer Kedubes Korut di Spanyol

Wakil Menteri Luar Negeri Choe Sun Hui dalam konferensi pers di Pyongyang berkata, AS baru saja membuang kesempatan emas terkait pelucutan senjata nuklir Korut.


Dilansir TASS via BBC Jumat (15/3/2019), Choe berujar Pemimpin Korut Kim Jong Un bakal membuat pernyataan resmi tentang sikapnya dalam diskusi dengan AS di masa depan.

"Kami tidak mempunyai niat mengikuti seluruh perintah AS, atau melangsungkan negosiasi dengan cara apapun," ucap Choe di hadapan diplomat asing.

Choe menjelaskan Korut kecewa dengan kegagalan pertemuan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam pada Februari lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Metropole Hanoi itu, Trump menyatakan Kim ingin seluruh sanksi dicabut, dan membuat kesepakatan pun batal.

Seperti dikutip CNN, Choe menyebut kegagalan pertemuan itu dikarenakan Washington terlalu banyak menuntut dan tidak fleksibel.

"Mereka (AS) terlalu sibuk mengejar kepentingan politik mereka sendiri, dan tidak menunjukkan ketertarikan untuk meraih hasil," ungkap Choe.

Dia menampik tudingan Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahwa Pyongyang meminta seluruh sanksi dicabut sebelum denuklirisasi dimulai.

Yang diminta Korut, beber Choe. adalah AS bersedia mencabut lima sanksi ekonomi yang dianggap paling memberatkan, bukan seluruhnya.

"Yang jelas, AS sudah membuang kesempatan emas. Saya tidak mengerti mengapa mereka melontarkan ucapan itu. Kami tak pernah menginginkan seluruh sanksi dicabut," katanya.

Baca juga: Korut Disebut sedang Persiapkan Peluncuran Rudal atau Roket Luar Angkasa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X