Meksiko Tuntut Permintaan Maaf Raja Spanyol dan Paus Fransiskus, Ada Apa?

Kompas.com - 26/03/2019, 14:43 WIB
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador usai upacara pelantikan di Mexico City, Sabtu (1/12/2018). AFP / ALFREDO ESTRELLAPresiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador usai upacara pelantikan di Mexico City, Sabtu (1/12/2018).

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Senin (26/3/2019) mengirimkan surat kepada Raja Spanyol Felipe VI dan Paus Fransiskus.

Dalam suratnya itu, dia menuntut permintaan maaf keduanya atas "pelanggaran" kolonialisme dan penjajahan.

Diwartakan kantor berita AFP, Lopez Obrador mengunggah sebuah video di media sosial yang menunjukkan kehancuran kota Comalcalco, sisa-sisa peninggalan peradaban yang ditaklukan pada 500 tahun lalu.

Baca juga: WN Meksiko Ketahuan Bawa Peluru Aktif Masuk Bandara Ngurah Rai

Dia meminta agar Spanyol dan Vatikan untuk mengakui pelanggaran yang terjadi selama pejajahan di Meksiko, yang dimulai 500 tahun lalu dan diikuti oleh periode kolonial.

"Saya telah mengirim surat kepada Raja Spanyol dan satu lagi kepada paus," katanya.

"Saya juga meminta laporan lengkap tentang pelanggaran dan mendesak mereka meminta maaf kepada masyarakat adat atas pelanggaran yang sekarang kita sebut sebagai hak asasi manusia," ujarnya.

Pria berusia 65 tahun itu mengatakan, era kolonial telah menyebabkan pembantaian dan penindasan, serta membangun gereja-gereja di atas kuil.

"Waktunya telah tiba untuk berdamai. Tapi mari kita minta maaf terlebih dahulu," tuturnya.

Lopez Obrador mengunjungi piramida Maya Comalcalco, negara bagian Tabasco di Meksiko selatan.

Kemudian dia mampir di kota Centla yang berada di dekat Comalcalco, tempat pertempuran pertama antara penjajah Hernah Cortes dari Spanyol dan masyarakat adat wilayah setempat pada 14 Maret 1519.

Cortes memimpin pasukan yang jumlahnya kurang dari 1.000 orang untuk mengalahkan kerajaan Aztec, awal dari 300 tahun kekuasaan Spanyol atas Meksiko.

Tapi pelanggaran masih berlanjut sampai kemerdekaan dari Spanyol pada 1821.

"Ribuan orang terbunuh selama periode ini. Satu budaya dan peradaban memaksakan yang lainnya," ujar Lopez Obrador.

Selain itu, dia juga berencana untuk mengajukan permintaan maaf atas penindasan masyarakat adat berlanjut setelah periode kolonial.

Baca juga: Pernah Tutupi Insiden Kematian Dua Mahasiswa, Pemerintah Meksiko Minta Maaf

Meksiko memang memiliki hubungan yang rumit dengan masa lalu kolonial.

Sejarah, budaya, makanan, dan rakyat Meksiko sendiri adalah produk dari "mestizaje," perpaduan Dunia Lama dan Dunia Baru.

Menurut sebuah studi pemerintah, 98 persen orang Meksiko memiliki beberapa kombinasi keturunan asli, Eropa dan Afrika.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X