1 Juta Warga Inggris Anti-Brexit Penuhi Jalanan London

Kompas.com - 24/03/2019, 11:08 WIB
Warga Inggris menggelar unjuk rasa untuk menyerukan referendum lain tentang keanggotaan Uni Eropa di tengah kelumpuhan politik atas Brexit, di London, Sabtu (23/3/2019). (AFP/Isabel Infantes)
Warga Inggris menggelar unjuk rasa untuk menyerukan referendum lain tentang keanggotaan Uni Eropa di tengah kelumpuhan politik atas Brexit, di London, Sabtu (23/3/2019). (AFP/Isabel Infantes)

LONDON, KOMPAS.com - Jalanan London pada Sabtu (23/3/2019) dipenuhi oleh warga Inggris yang menuntut referendum lain terkait keanggotaan Uni Eropa, ketika negara itu mengalami kelumpuhan politik atas Brexit.

Diwartakan kantor berita AFP, penyelenggara mengklaim ada sekitar 1 juta orang yang menentang Inggris meninggalkan Uni Eropa ikut dalam salah satu aksi protes terbesar dalam beberapa dekade di negara itu.

Unjuk rasa bertajuk "Put it to the People" memperlihatkan warga menuju ibu kota melalui jalan dan kereta api di seluruh Inggris.

Baca juga: Imbas Brexit, 7.000 Karyawan di Sektor Keuangan Hengkang dari Inggris

Dengan mengenakan sederatan simbol anti-Brexit dan bendera Uni Eropa, massa pertama kali berkumpul di Hyde Park sebelum akhirnya berjalan sekitar 3 km ke Westminster.

Mereka bersiul, bersorak, dan mengalunkan nyanyian. Seorang demonstran bernama Emma Sword menyebut macetnya politik menyebabkan kengerian.

"Kami perlu mencabut Pasal 50 dan jika kami tidak bisa melakukan itu, maka kami mebutuhkan suara rakyat," katanya, merujuk pada mekanisme hukum Uni Eropa yang diminta Inggris untuk Brexit.

Seorang veteran Perang Dunia II Stephen Goodall melakukan perjalanan 300 km dengan ketera api menuju London bersama empat generasi keluarganya.

"Saya adalah pria tua dan hasilnya tidka akan mempengaruhi saya. Tapi itu akan mempengaruhi keluarga saya dan orang yang saya kenal," tuturnya.

Unjuk rasa itu juga diikuti oleh Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon, Wali Kota London Sadiq Khan, dan wakil pemimpin Partai Buruh Tim Watson.

"Kami melihat bagaimana pemerintah mengabaikan peringatan kami berkali-kali," ujar Khan.

"Sudah waktunya untuk mengatakan dengan keras dan jelas, cukup sudah," imbuhnya.

Seperti diketahui, para pemimpin Eropa sepakat untuk menunda kepergian Inggris dari UE.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X