"Saat Kami Selesai, Kami Akan Umumkan Pembebasan Baghouz dari ISIS"

Kompas.com - 21/03/2019, 22:36 WIB
Asap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS. AFP/DELIL SOULEIMANAsap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Penyisiran terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di Baghouz masih terus dilakukan Pasukan Demokratik Suriah ( SDF).

Aliansi Arab dan Kurdi yang didukung koalisi Amerika Serikat (AS) itu melancarkan serangan pamungkas di benteng terakhir ISIS itu pada 9 Februari lalu.

Pada Selasa (19/3/2019), SDF menyudutkan anggota ISIS yang masih tersisa di kawasan pertanian dekat Sungai Eufrat dari permukiman sementara di Baghouz.

Baca juga: SDF Tegaskan Pertempuran Terakhir Lawan ISIS Belum Selesai

Operasi menghancurkan basis terakhir ISIS yang dimulai sejak enam bulan lalu itu telah mendekati tahap akhir. Namun juru bicara SDF Mustafa Bali berujar, pihaknya masih belum menang.

Bali menjelaskan pasukan SDF masih melakukan operasi penyisiran dan pencarian untuk menemukan anggota ISIS yang masih tersisa.

"Segera setelah kami selesai, kami akan umumkan pembebasan Baghouz dari ISIS," ujar Baghouz seperti diwartakan AFP Kamis (21/3/2019).

Komentar Bali diucapkan sehari setelah Presiden AS Donald Trump memegang peta yang menunjukkan data awal kekuasaan ISIS, dan perkembangan terkini.

Sambil memegang peta tersebut, presiden ke-45 AS itu menyatakan ISIS bakal terhapus dari peta itu pada "malam ini", merujuk kepada Rabu (20/3/2019).

Bali juga menyanggah laporan awal yang dibuat media Kurdi Hawar News bahwa ISIS telah kalah. "Tim media SDF belum mengumumkannya," tegas Bali.

AFP melaporkan suasana di medan tempur relatif tenang. Hanya terdengar beberapa kali deru pesawat karena SDF memutuskan menghentikan gempuran.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X