Kompas.com - 20/03/2019, 16:16 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com - Jumat besok (22/3/2019), genap sepekan peringatan aksi teror penembakan di dua masjid di Chrischurch, Selandia Baru.

Perdana Menteri Jacinda Ardern memerintahkan diadakan mengheningkan cipta selama dua menit sebagai bentuk penghormatan bagi 50 korban tewas.

Baca juga: Penyerang Dua Masjid di Selandia Baru Ditangkap Polisi Saat Menuju Lokasi Ketiga

Diwartakan NZ Herald Rabu (20/3/2019), PM berusia 38 tahun tersebut mengumumkan kebijakan itu ketika kembali berkunjung ke Chrischurch.

Dalam kesempatan terpisah, dua media pemerintah Radio NZ dan TVNZ dilaporkan bakal menyiarkan azan untuk menghormati para korban saat insiden pekan lalu (15/3/2019).

Dua menit mengheningkan cipta dipilih karena tragedi yang terjadi sangat besar. Selain itu juga memperingati ledakan di Pike River pada 2010.

Ardern mengatakan keputusan menggelar mengheningkan cipta setelah upacara pemakaman pertama, dua korban yang berasal dari Suriah, dilaksanakan.

PM perempuan termuda di Selandia Baru itu mengatakan kedua korban yang merupakan pengungsi itu datang karena menganggap mereka aman.

"Saya tidak bisa memberi tahu perasaan saya ketika tahu ada keluarga yang datang ke sini untuk perlindungan. Mereka seharusnya aman di sini," keluh Ardern.

Dia juga merespon keluhan dari sejumlah keluarga korban mengenai lambatnya proses identifikasi jenazah, di mana 30 dari total 50 jenazah sudah dikembalikan.

Ardern menjelaskan lambatnya proses pemulangan itu bukan terjadi karena kurangnya sumber daya. Namun juga karena rumitnya proses identifikasi.

Dia juga merespon Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang merespon dengan menegaskan Muslim Selandia Baru menolak ekstremisme, kekerasan dan kebencian.

Di sela kunjungan ke Chrischurch, dia bertemu dengan polisi yang pertama datang ke Masjid Al Noor dan memberi bantuan pertama bagi korban terluka.

Pagi harinya, dia bertemu siswa SMA Cashmere di mana dia disambut Haka, tarian tradisional Suku Maori, dan terlibat diskusi dengan para murid.

Baca juga: PM Selandia Baru Ajak Dunia Perangi Rasialisme

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.