PM Selandia Baru Ajak Dunia Perangi Rasialisme

Kompas.com - 20/03/2019, 14:49 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.AFP/MARTY MELVILLE PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyerukan gerakan global untuk memerangi ideologi rasialisme sayap kanan.

Hal ini disampaikan Ardern dalam wawancara pertamanya pasca-tragedi penembakan masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang itu.

"Pelaku adalah warga Australia, tetapi jangan pernah katakan ideologi sama tidak ada di Selandia Baru," ujar Ardern kepada BBC.

Baca juga: Penerjemah Bahasa Isyarat yang Selalu Dampingi PM Selandia Baru...

Dia menambahkan, merupakan tanggung jawab bersama untuk memberantas ideologi itu dan memastikan tidak ada lingkungan yang bisa digunakan untuk mengembangkannya.

"Tapi, saya akan membuat seruan global," ujar Ardern.

"Apa yang dialami Selandia Baru adalah kekerasan yang dibawa seseorang yang tumbuh dan mempelajari ideologi ini di tempat lain," lanjut dia.

"Jika kita ingin memastikan secara global bahwa kita semua hidup di dunia yang aman, toleran, dan inklusif, maka kita tak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri," Ardern menegaskan.

Lebih jauh, Ardern menambahkan, kekerasan yang terjadi di Christuchurc tidak ada hubungannya dengan kebijakan Selandia BAru menerima pengungsi.

"Kami adalah negara yang terbuka. Saya menolak ide yang mencoba mengatakan bahwa kami memiliki sistem yang melindungi siapa pun yang menyebut Selandia Baru sebagai rumahnya dan anggapan kami memiliki lingkungan yang aman di mana ideologi semacam ini bisa eksis," kata dia.

Dalam wawancara ini Ardern kembali menegaskan seruannya agar siapa saja jangan pernah menyebut nama pelaku penembakan.

"Salah satu tujuan aksinya adalah mencari ketenaran dan kami tidak akan pernah memberikan itu kepadanya," dia menegaskan.

Cara Jacinda Ardern dalam menghadapi tragedi ini mendapat respon positif dunia.

Dalam beberapa jam pertama usai kejadian itu, Ardern berusaha menempatkan dirinya bersama korban dan keluarga mereka.

Baca juga: PM Selandia Baru: Si Teroris Ingin Tenar, Jangan Pernah Sebut Namanya

Bahkan, Ardern mengenakan hijab saat bertemu dengan keluarga korban. Sebuah tindakan sederhana tetapi amat mengena di hati kerabat dan keluarga korban.

Dia juga menciptakan slogan yang terus diulang warga sejak tragedi itu. Kata-kata tersebut yaitu "kita adalah satu, mereka adalah kita".



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X