Penyerang Dua Masjid di Selandia Baru Ditangkap Polisi Saat Menuju Lokasi Ketiga

Kompas.com - 20/03/2019, 13:11 WIB
Petugas polisi berada di Christchurch, Selandia Baru pada Senin (18/3/2019). (AFP/Anthony Wallace) Petugas polisi berada di Christchurch, Selandia Baru pada Senin (18/3/2019). (AFP/Anthony Wallace)

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com — Pelaku teror yang menyerang dua masjid di Christchurh, Selandia Baru, pada Jumat lalu, sedang menuju lokasi penembakan ketiga sebelum akhirnya ditangkap oleh polisi.

Demikian pernyataan dari pejabat tinggi kepolisian Selandia Baru seperti diwartakan CNN pada Rabu (20/3/2109).

Sebanyak 50 orang terbunuh ketika seorang pria bersenjata memberondong jemaah di dua masjid pada pekan lalu.

Baca juga: Pemakaman Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari Ini

Pelaku diidentifikasi bernama Brenton Tarrant, seorang pria Australia berusia 28 tahun.

Kepala Polisi Mike Bush memuji tindakan responden pertama di tempat kejadian kurang dari enam menit setelah mendapat informasi pertama tentang terjadinya penembakan.

"Dalam 21 menit (dari panggilan pertama), orang yang sekarang ditahan telah ditangkap dan menjauh dari potensi membahayakan lebih lanjut dari publik," katanya, dikutip dari ABC.

"Kami sangat yakin telah menghentikan dia dalam perjalanannya menuju lokasi serangan berikutnya," ujarnya.

"Nyawa lain dapat diselamatkan oleh personel kami yang berani," katanya.

Kini polisi secara resmi telah mengidentifikasi dan memulangkan 21 jenazah korban penembakan. Dua pemakaman telah digelar pada Rabu (20/3/2019) pagi.

Mereka yang dimakamkan hari ini adalah Khalid Mustafa (44) dan putranya yang berusia 15 tahun, Hamza Mustafa.

Bush berharap semua korban dapat diidentifikasi secara formal hingga hari ini.

Dia mengatakan, pemulangan jenazah ke keluarga mereka untuk segera mengebumikan korban menjadi prioritas, sekaligus menghargai penguburan dalam hukum Islam dilakukan secepatnya.

Baca juga: Polisi Selandia Baru Kembalikan 6 Jenazah Korban Aksi Teror di Masjid kepada Keluarga

"Kami memiliki lebih dari 120 orang yang terlibat dalam proses ini, yang berfokus pada memulangkan korban kepada keluarga," katanya.

Sementara itu, PM Selandia Baru Jacinda Ardern kembali ke Christchurch pada Rabu untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak dalam tragedi penembakan.

"Ada perasaan di antara warga Selandia Baru, mereka ingin menunjukkan dukungan dan cinta mereka kepada komunitas Muslim," tuturnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X