Pemakaman Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari Ini

Kompas.com - 20/03/2019, 05:57 WIB
Warga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/DAVID MOIRWarga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Proses pemakaman untuk beberapa korban aksi teror penembakan di masjid Selandia Baru akan dimulai pada Rabu (20/3/2019) hari ini.

Pemakaman akhirnya dapat digelar setelah sejumlah jenazah korban dikembalikan ke pihak keluarga, meski sempat terjadi penundaan yang membuat sedih kerabat korban.

"Pemakaman pertama korban penembakan yang terjadi pada Jumat 15 Maret lalu akan dilangsungkan pagi ini," kata Dewan Kota Christchurch dalam pernyataannya.

Nama dan kewarganegaraan mereka yang akan dikuburkan hari ini belum dirilis.

" Jenazah akan dibawa ke lokasi (pemakaman) dan ditempatkan di tenda pribadi yang telah ditetapkan sebagai area keluarga," kata juru bicara dewan, Jocelyn Ritchie.

Baca juga: Polisi Selandia Baru Kembalikan 6 Jenazah Korban Aksi Teror di Masjid kepada Keluarga

"Setelah waktu yang singkat untuk menshalatkan jenazah, keluarga dan kerabat akan membawa jenazah ke lokasi di mana jenazah akan dikuburkan," tambahnya, dikutip AFP, Rabu (20/3/2019).

Pemakaman korban penembakan yang harus menunggu selama berhari-hari sebelum bisa dilakukan telah membuat keluarga korban cemas.

Pasalnya, ajaran Islam menganjurkan jenazah seseorang yang meninggal dunia untuk dimakamkan sesegera mungkin dan tidak ditunda-tunda.

Namun, banyaknya jumlah korban penembakan yang mencapai 50 orang membuat proses pemeriksaan pasca-kematian oleh petugas kepolisian mengalami penundaan.

Komisaris polisi Mike Bush mengatakan, proses yang lambat dikarenakan kebutuhan untuk mengidentifikasi jenazah korban secara meyakinkan perlu dilakukan demi menghindari penuntutan di kemudian hari.

Hingga Selasa (19/3/2019) malam, dikatakannya sebanyak 21 jenazah korban telah rampung diidentifikasi.

Pihak koroner telah mengerahkan sekitar 120 petugas untuk bekerja memastikan keakuratan mutlak dalam proses identifikasi, setelah pihak kerabat korban mengungkapkan kemarahan atas lambatnya proses tersebut.

"Kami harus membuktikan untuk penuntutan penyebab kematian untuk membantu hakim. Anda tidak bisa memvonis pembunuhan tanpa mengetahui dengan pasti penyebab kematian itu," ujar Bush.

Baca juga: Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Mulai Dikembalikan ke Pihak Keluarga

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X