Polisi Selandia Baru Kembalikan 6 Jenazah Korban Aksi Teror di Masjid kepada Keluarga

Kompas.com - 19/03/2019, 19:43 WIB
Warga Pakistan menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin bersama di Lahore, mengecam insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/ARIF ALIWarga Pakistan menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin bersama di Lahore, mengecam insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Kepolisian Selandia Baru menyatakan, enam jenazah korban aksi teror di masjid kawasan Christchurch telah dikembalikan ke pihak keluarga.

Setiap keluarga yang anggotanya menjadi korban tewas mengungkapkan kekecewaan karena otoritas dianggap lambat mengembalikan jenazah supaya mereka bisa memakamkannya sesuai aturan Islam.

Baca juga: Terngiang Jeritan Korban, Penyintas Aksi Teror di Masjid Selandia Baru Mengaku Sulit Tidur

Dilansir AFP Selasa (19/3/2019), Kepolisian Christchurch menjelaskan sejauh ini, mereka baru merampungkan proses identifikasi 12 dari total 50 jenazah.

"Kami melakukan apa yang kami bisa untuk mengidentifikasi korban secepatnya sehingga bisa segera mengembalikan kepada keluarga," demikian pernyataan polisi.

Polisi menerangkan realitas dalam proses identifikasi itu sangat kompleks, dan menyiratkan bahwa keluarga korban tewas harus menunggu.

Dikatakan polisi sebenarnya sudah menyelesaikan pemeriksaan post-mortem ke seluruh korban tewas. Namun hanya 12 yang diloloskan oleh koroner.

Puluhan kerabat dari korban tewas telah datang dari seluruh dunia untuk mempersiapkan prosesi pemakaman sesuai dengan aturan Islam.

Peter Elms dari departemen imigrasi menerangkan, hingga detik ini pihaknya telah mengabulkan 65 visa dari kerabat korban tewas.

Javed Dadabhai yang sepupunya menjadi korban tewas mengatakan, keluarga maupun relawan sudah mendapat peringatan bahwa prosesnya bakal lambat.

Adapun Mohamed Safi yang ayahnya, Matiullah, tewas di Masjid Al Noor, meminta otoritas agar dia sendiri yang mengidentifikasi sang ayah.

"Mereka hanya berkata melaksanakan proses. Tapi proses apa? Mengapa saya sebagai keluarga tak dihubungi," keluhnya dari luar pusat dukungan keluarga.

Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam pidatonya di parlemen menegaskan teroris yang bernama Brenton Tarrant bakal menghadapi "hukum Selandia Baru dalam kekuatan penuh".

Dalam balutan hitam, PM berusia 38 tahun itu menyatakan dia berjanji tidak akan mengucapkan nama Tarrant karena itulah yang diinginkan si teroris.

"Kalian tidak akan mendengar saya menyebut namanya. Dia adalah teroris. Dia adalah kriminal. Dia merupakan seorang ekstremis," ujar Ardern.

Baca juga: Tiap Detik, Satu Video Penembakan Selandia Baru Diunggah ke YouTube



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X