Terngiang Jeritan Korban, Penyintas Aksi Teror di Masjid Selandia Baru Mengaku Sulit Tidur

Kompas.com - 19/03/2019, 18:30 WIB
Warga lintas agama menunjukkan rasa dukanya saat berkumpul di Masjid Preston di Melbourne, Australia, sebagai bentuk solidaritas bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/CON CHRONISWarga lintas agama menunjukkan rasa dukanya saat berkumpul di Masjid Preston di Melbourne, Australia, sebagai bentuk solidaritas bagi korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Penyintas aksi teror di masjid Christchurch, Selandia Baru, menyebut si teroris sebelumnya sudah melakukan pengintaian.

Brenton Tarrant menyerang Masjid Al Noor dan Linwood ketika jemaah sedang menunaikan Shalat Jumat (15/3/2019), dengan korban tewas mencapai 50 orang.

Kepada NZ Herald diwartakan Selasa (19/3/2019), Nasim Khan mengaku melihat seorang pria yang mirip teroris itu sudah berada di Al Noor sepekan sebelumnya.

Baca juga: Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru Ini Ingin Peluk Teroris Pembunuh Istrinya

Khan mengatakan pria itu berada di kawasan Dean Avenue yang merupakan lokasi Masjid Al Noor, dan berpakaian layaknya pekerja konstruksi.

"Dia sempat melihat saya. Namun kami mengabaikannya," ucap Khan. Pernyataan sama juga disuarakan oleh adiknya, Nasreen Khanam.

Khanam menjelaskan pria yang mirip dengan si teroris berada di kawasan Linwood Avenue satu pekan sebelumnya, dan menatap ke arahnya.

Dia menceritakan meski mendapat mendapat pandangan dari si teroris, dia memaksakan diri keluar dari mobil dan menjemput putrinya yang bekerja di salah satu restoran cepat saji.

Khanam mengisahkan dirinya sempat merasa tidak nyaman dengan tatapan si teroris. Namun dia segera teringat putrinya dan memutuskan menjemputnya.

Khan yang pindah dari Bangladesh ke Selandia Baru pada 1995 silam berkata dia beruntung karena saat insiden penembakan, dia duduk dekat pintu keluar.

Dia menuturkan segera keluar dari Masjid Al Noor karena berpikir terjadi arus pendek. Bukan karena seseorang yang menembakkan senjata.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X