Myanmar Pulangkan Sisa-sisa Jenazah Diduga Tentara AS yang Tewas dalam PD II

Kompas.com - 12/03/2019, 20:24 WIB
Upacara penyerahan sisa jenazah tentara AS korban Perang Dunia II di bandara internasional Mandalay, Myanmar, Selasa (12/3/2019). AFP PHOTOUpacara penyerahan sisa jenazah tentara AS korban Perang Dunia II di bandara internasional Mandalay, Myanmar, Selasa (12/3/2019).

MANDALAY, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar menyerahkan sisa-sisa jenazah yang diduga milik personil tentara AS yang tewas di negara itu selama berlangsungnya Perang Dunia II.

Upacara penyerahan sisa-sisa jenazah korban PD II, yang tercatat baru pertama kali dilakukan Myanmar dengan AS tersebut dilangsungkan di Bandara Internasional Mandalay, pada Selasa (12/3/2019).

"Hari ini kita memulangkan sisa-sisa (jenazah) yang mungkin adalah milik warga AS yang meninggal saat menjalankan tugasnya demi negara kita lebih dari 75 tahun lalu," kata Duta Besar AS untuk Myanmar, Scot Marciel, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP.

Baca juga: Jenazah Seorang Korban Pearl Harbor Teridentifikasi Setelah Lebih dari 70 Tahun

"Kita berutang kepada mereka untuk selalu menghormati kenangan mereka, dengan tidak pernah melupakan pengorbanan mereka, dan berjuang sebagai bangsa untuk membangun perdamaian, keadilan, serta kebebasan di segala tempat," tambahnya.

Dilansir AFP, ratusan personil militer AS yang menjadi korban pertempuran di Myanmar, di mana pasukan sekutu berperang melawan Jepang selama PD II masih belum ditemukan.

Sisa-sisa jenazah tentara AS yang dipulangkan kali ini diyakini terkait dengan peristiwa jatuhnya pesawat B-25G di kawasan Salingyi, barat laut Sagaing, pada Februari 1944 silam.

Puing-puing pesawat tersebut telah ditemukan dalam penyelidikan yang dilakukan dua tahun kemudian, namun tidak ditemukan adanya kuburan para korban.

Sisa-sisa jenazah tersebut baru ditemukan selama misi pemulihan yang dilakukan baru-baru ini oleh Badan Pelaporan Tahanan Perang dan Hilang dalam Aksi dari Departemen Pertahanan (DPAA), untuk kemudian dikirim ke laboratorium forensik di Hawaii dan dilakukan analisis lanjutan.

DPAA yang bekerja di bawah Departemen Pertahanan AS bertugas untuk mengidentifikasi lebih dari 82.000 pria dan wanita yang hilang dalam konflik selama Perang Dunia II.

Saat ini tercatat masih ada 632 personil tentara AS yang belum ditemukan di Myanmar sejak PD II dan DPAA sejauh ini telah mengidentifikasi 14 anggota militer yang hilang.

Baca juga: George Mendonsa, Pelaut yang Fotonya Jadi Ikon Berakhirnya PD II Meninggal

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X