Alergi Kacang, Perempuan Ini Terpaksa Duduk di Toilet Pesawat selama Penerbangan

Kompas.com - 09/03/2019, 21:31 WIB
Ilustrasi kacang almondonairjiw Ilustrasi kacang almond

EAST SUSSEX, KOMPAS.com - Seorang penumpang pesawat yang mengidap alergi kacang dipaksa untuk bersembunyi di dalam toilet selama penerbangan setelah kru kabin bersikeras membagikan kacang almond sebagai makanan ringan untuk penumpang.

Laura Merry (25), seorang guru asal East Sussex, Inggris, terbang menuju Australia untuk mengunjungi saudara perempuannya.

Dia memilih menggunakan maskapai Qantas Australia dan terkejut saat diberi tahu kru penerbangan bahwa akan ada pembagian makanan ringan kacang almond selama penerbangan.

"Qantas Australia telah mengetahui tentang alergi kacang yang saya miliki bahkan beberapa bulan sebelum tanggal penerbangan saya."

"Saya juga telah menerima dokumen tertulis yang mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan menyajikan kacang selama penerbangan," kata Merry kepada Sun Online Travel.

Baca juga: Usai Transplantasi Paru, Perempuan AS Tertular Alergi Kacang

"Namun saat saya terbang pada 3 Maret, manajer kabin mengaku tidak mendapat catatan tentang alergi saya dan mengatakan sudah terlambat untuk mengajukan permintaan."

"Dia menolak untuk mengumumkan kepada penumpang tentang alergi saya dan memberitahu bahwa 160 penumpang tetap akan diberikan kacang almond saat penerbangan," tambahnya.

Merry mengaku sempat meminta agar pemberian cemilan kacang almond tidak diberikan karena penerbangan itu hanya selama satu jam dan makanan ringan hanya tambahan yang tidak dibayarkan oleh penumpang.

"Tapi dia menolak dengan mengatakan bahwa pemberian makanan gratis itu sudah menjadi bagian dari kebijakan mereka," kata Merry.

Menurut Laura, manajer kabin kemudian menghubungi manajer bandara dan dua staf menyampaikan agar dirinya tidak naik ke penerbangan tersebut.

Namun saat Laura mengatakan bahwa hal itu bukan pilihan dan menyatakan ingin tetap menaiki pesawat, staf memberinya masker untuk dikenakan.

Baca juga: Alergi Kacang, Wanita Ini Meninggal Setelah Cium Pacarnya

"Selama penerbangan mereka memberi saya masker untuk dipakai sebagai solusi, alih-alih tidak membagikan kacang sebagai makanan ringan," ujarnya.

"(Masker) ini tidak akan mencegah reaksi alergi. Saya juga harus duduk di toilet untuk menghindari semua orang yang memakan kacang," kata dia.

Merry mengatakan masih memiliki dua rencana penerbangan lain menggunakan maskapai yang sama dan kini dia cemas akan bagaimana dia diperlakukan selama penerbangan.

Sementara juru bicara Qantas mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghubungi Laura sebelum penerbangan berikutnya.

"Qantas menyadari tantangan yang dihadapi para penderita alergi dan mengambil langkah untuk mengurangi risiko bagi banyak pelanggan kami, terutama terhadap paparan kacang. Namun karena ada berbagai macam alergi, tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan semua orang."

Baca juga: Alergi Kacang Parah, Amy Jadi Lumpuh dan Dirawat 5 Tahun di RS

"Seperti halnya transportasi lain, seperti bus dan kereta api, maupun tempat umum lainnya, kami tidak dapat menjamin sepenuhnya lingkungan yang benar-benar bebas dari kacang," kata pihak maskapai.

Dalam situs resmi, maskapai Qantas mengklaim telah menghapus semua kacang sebagai camilan dan meminimalkan penggunaannya dalam makanan selama penerbangan. Namun mereka tidak dapat menjamin lingkungan yang sepenuhnya bebas alergi.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X