Bangladesh Tak Mampu Lagi Terima Pengungsi Rohingya dari Myanmar

Kompas.com - 01/03/2019, 11:29 WIB
Warga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh, menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11/2018). AFP / DIBYANGSHU SARKARWarga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh, menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11/2018).

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh mengumumkan bahwa negaranya sudah tidak mampu lagi menerima pada pengungsi Rohingya dari Myanmar.

Disampaikan Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque, di hadapan Dewan Keamanan PBB, dalam pertemuan membahas krisis pemulangan ratusan ribu Rohingya, situasi saat ini telah berubah menjadi lebih buruk dan semakin buruk, sehingga mendesak dewan untuk segera mengambil tindakan yang menentukan.

Sekitar 740.000 warga etnis Rohingya telah tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, setelah mereka terusir dari kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, akibat serangan militer pada 2017.

"Di sini, saya dengan menyesal memberi tahu dewan bahwa Bangladesh tidak lagi berada dalam posisi untuk bisa menampung lebih banyak orang dari Myanmar," ujar Haque, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Di bawah kesepakatan yang telah dicapai dengan Bangladesh, pemerintah Myanmar telah setuju untuk mengambil kembali sejumlah pengungsi, namun PBB menegaskan bahwa keselamatan Rohingya yang menjadi syarat mutlak untuk mereka kembali belum terjamin.

"Apakah ini harga yang harus dibayar Bangladesh karena bertindak responsif dan bertanggung jawab dalam menunjukkan empati kepada populasi minoritas yang teraniaya di negara tetangga?" kata menteri luar negeri, dikutip AFP.

Sementara utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, yang sempat lima kali mengunjungi Myanmar, melaporkan adanya kemajuan yang lambat dalam upaya membantu warga Rohingya kembali ke kampung halaman mereka.

Burgener juga memperingatkan bahwa pemilihan Myanmar tahun depan akan dapat memperburuk situasi krisis di negara itu.

Diplomat asal Swiss itu menilai, pemerintah Myanmar kurang dalam memberi akses kepada badan-badan PBB untuk membantu persiapan pemulangan warga Rohingya.

Duta Besar Myanmar di PBB, Hau Do Suan, sebaliknya bersikeras bahwa pemerintah negaranya telah mengambil tindakan dan meminta kepada semua pihak untuk bersabar.

Do Suang mengatakan, adanya hambatan fisik dan psikologis dalam memungkinkan para pengungsi untuk kembali. Dia menekankan dibutuhkan kesabaran dan waktu, serta keberanian untuk membangun kepercayaan di antara berbagai komunitas di Rakhine.

Baca juga: Angelina Jolie Sebut Krisis Rohingya sebagai Kegagalan Dunia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X