Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Kompas.com - 21/02/2019, 21:32 WIB
Warga pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh. AFP / PHYO HEIN KYAWWarga pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh.

KUTUPALONG, KOMPAS.com - Seorang warga Jerman yang berniat membuat dokumenter tentang kehidupan pengungsi Rohingya di Bangladesh, babak kelur setelah disangka sebagai pelaku perdagangan manusia.

Satu tim pembuat film dokumenter yang terdiri dari tiga warga asal Jerman dengan dibantu seorang warga Bangladesh, mendatangi kamp pengungsian Rohingya di Cox's Bazar, yang berbatasan dengan Myanmar.

Mereka berniat untuk membuat sebuah film dokumenter tentang kehidupan warga pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Namun orang-orang Jerman itu mulai dicurigai sebagai pelaku perdagangan manusia setelah mereka mulai membagikan hadiah kepada anak-anak dan perempuan Rohingya di Kutupalong, kamp pengungsi terbesar di perbatasan Myanmar.

Baca juga: Polisi Bangladesh Gagalkan Penyelundupan 43 Pengungsi Rohingya ke Malaysia

Salah seorang warga Jerman bersama pemandu Bangladesh-nya lantas dibawa oleh beberapa warga Rohingya ke sebuah mobil.

Keduanya lantas dipukuli oleh warga pengungsi Rohingya. Aksi pemukulan baru berhenti setelah ada petugas polisi dan tentara perbatasan yang menghentikan mereka.

"Seorang warga Jerman dan pemandu asal Bangladesh telah dipukuli sehingga tentara dan polisi harus menyelamatkan mereka," kata kepala polisi Abul Khair, kepada AFP, Kamis (21/2/2019).

Korban asal Jerman, yang tidak diungkapkan identitasnya, terluka dan harus mendapat perawatan medis. Namun kini kondisinya telah membaik.

"Dia sekarang baik-baik saja. Orang Jerman itu mengatakan mereka datang ke kamp pengungsi untuk membuat film pendek," kata Khair.

Pihak polisi mempercayai pengakuan orang-orang Jerman itu dan menilai tuduhan sebagai pelaku perdagangan manusia hanya akibat kesalahpahaman.

"Ini adalah kasus kesalahpahaman," lanjut Khair menambahkan tidak ada pihak yang ditahan dalam kasus ini.

Polisi mengatakan, para penyelundup dan pelaku perdagangan manusia semakin aktif di kamp-kamp pengungsi Rohingya dalam beberapa bulan terakhir.

Modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia itu biasa dilakukan dengan memikat para warga Rohingya dengan membujuk akan membawa mereka ke Malaysia.

Baca juga: Hendak ke Malaysia, 10 Pengungsi Rohingya Ditahan Polisi Bangladesh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X