Kompas.com - 07/02/2019, 16:13 WIB

KOMPAS.com – Utusan Khusus Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), Angelina Jolie, mengatakan bahwa kondisi 730.000 jiwa pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh yang terusir dari tanah kelahirannya sebagai kegagalan dunia yang memalukan.

Dikutip dari Reuters, hal itu Jolie sampaikan saat melakukan kunjungan ke Kutapalong, kawasan pengungsian terbesar di dunia yang terletak di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh.

Jolie berdialog dan menyampaikan pidatonya di hadapan para pengungsi. Mereka menyampaikan keluh kesahnya dan mengaku diperlakukan layaknya sapi ternak.

"Kalian berhak untuk memiliki negara. Dan melihat cara kalian diperlakukan seperti ini membuat kami semua malu," kata Jolie.

Jolie menyatakan, dengan kerendahan hati ia bangga bisa berada di tengah-tengah para pengungsi.

Baca juga: Tiba di Bangladesh, Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Rohingya

Jolie saat bertemu masyarakat pengungsi Rohingya di BangladeshInstagram Jolie saat bertemu masyarakat pengungsi Rohingya di Bangladesh
Kehadiran Jolie ini disebut sebagai persiapan dalam mengajukan  permohonan dana sebesar 920 juta Dolar untuk membantu para pengungsi.

Diketahui, para pengungsi Rohingya ini berada di Bangladesh setelah melarikan diri dari persekusi dan upaya genosida yang terjadi secara brutal di negara asalnya, Myanmar. Saat itu, persekusi dilakukan oleh para militan anti-Rohingya pada Agustus 2017.   

"Saya mendorong pemerintahan Myanmar untuk menunjukkan komitmennya menangani krisis ini. Komitmen dibutuhkan untuk mengakhiri siklus kekerasan, perpindahan, dan memperbaiki kondisi segenap masyarakat di Rakhine, termasuk Rohingnya," kata Jolie.

Seorang pengungsi bernama Mohammed Shakir (22) menghargai kedatangan Angelina Jolie dalam misi kemanusiaan ini.

"Ketika aku melihatnya, aku sangat senang karena dia menyampaikan kata-kata spesial untuk kami etnis Rohingya," ucap Shakir.

Mereka menjadi korban adanya krisis diskriminasi berkepanjangan yang tak terselesaikan di tanah kelahirannya, Rakhine, Myanmar, yang kemudian melarikan diri ke Bangladesh. Banyak juga yang lari ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.