Jelang Bertemu Trump, Kim Jong Un "Bersih-bersih" Pemerintahannya

Kompas.com - 21/02/2019, 17:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan melakukan pembersihan di para pejabatnya jelang bertemu Presiden AS Donald Trump.

Reuters dikutip Newsweek memberitakan Rabu (20/2/2019), setidaknya ada satu diplomat yang ditangkap dan diidenfitikasi bernama Han Song Ryol.

Baca juga: Trump: Jika Ingin Sanksi Dicabut, Sikap Kim Jong Un Harus Menjanjikan

Han ditangkap dan dicopot dari jabatannya setelah dia dituduh menjadi mata-mata AS. Dikabarkan dia dieksekusi atau dikirim ke kamp kerja paksa.


Harian Korea Selatan (Korsel) melansir, Han dikirim ke kamp kerja paksa karena tugasnya sebagai negosiator nuklir dengan Washington.

Setelah Han dicopot, diplomat bernama Kim Hyok Chol naik menjadi kepala denuklirisasi. Sebelumnya dia menjabat sebagai Duta Besar Korut untuk Spanyol.

Trump dan Kim dijadwalkan bakal bertemu untuk kali kedua di Vietnam pekan depan untuk mendiskusikan progres denuklirisasi di Korut.

Kritik berhembus setelah pada pertemuan pertama di Singapura 12 Juni 2018, Trump dianggap tidak melahirkan konsesi yang konkret.

Pakar menyatakan Pyongyang seharusnya menyediakan daftar senjata nuklir mereka, dan tenggat waktu untuk melaksanakan proses pelucutan.

Negara komunis itu dilaporkan mempunyai 13 pangkalan rahasia yang digunakan untuk menyimpan persenjataan nuklir mereka.

Namun, Trump kepada awak media di Ruang Oval Selasa (19/2/2019) menyatakan di tengah "kegembiraan" bertemu Kim, dia mengaku tak terburu-buru ingin denuklirisasi.

Hanya saja, Korut diyakini bakal berusaha mempercepat perundingan karena mereka saat ini didera dengan sanksi ekonomi internasional.

Selain itu, Korut juga ingin mendeklarasikan berakhirnya perang dengan Korsel yang sudah terjadi sejak 1953 silam.

Patrick Kronin dan Kristine Lee yang menulis untuk situs 38North memaparkan, Trump punya waktu hingga dua tahun untuk membuktikan diplomasinya berhasil.

"Jadi, tidak sekadar memberi waktu bagi Korut untuk memulihkan diri dari tekanan sekaligua mempertahankan senjata mematikan mereka," papar mereka.

Baca juga: Kim Jong Un Dikabarkan Naik Kereta untuk Bertemu Trump di Vietnam

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X