Muncul Fenomena Salju Hitam Menyelimuti Kota di Siberia

Kompas.com - 20/02/2019, 09:30 WIB
Polusi akibat pengolahan batu bara membuat salju di sejumlah kota di Siberia, Rusia, berubah menjadi warna hitam. (Siberian Times) Polusi akibat pengolahan batu bara membuat salju di sejumlah kota di Siberia, Rusia, berubah menjadi warna hitam. (Siberian Times)

PROKOPYEVSK, KOMPAS.com - Sejumlah kota di Siberia, Rusia, diselimuti salju putih yang kemudian berubah menjadi warna hitam mengerikan.

Laporan Daily Mail, Selasa (19/2/2019), salju hitam di kota Prokopyevsk, Leninsk-Kuznetsky, dan Kiselyovsk disebabkan oleh polusi dari pabrik batu bara di kawasan industri Kemerovo.

Banyak penduduk yang mengeluhkan atas fenomena tersebut. Tapi ada juga yang menyebutknya sebagai keindahan dalam kesuraman.

Baca juga: Membeku Setelah Terkubur di Salju, Kucing Ini Berhasil Selamat


Salju hitam menutupi jalanan, patung-patung, dan bahkan monumen, sehingga membuatnya nampak kotor.

Mobil-mobil juga terlihat tertutup debu, namun banyak yang lebih khawatir dengan kesehatan paru-paru.

Kemerevo memang terkenal sebagai wilayah penambangan batu bara yang terkemuka di Rusia. Di sisi lain, tempat itu juga rumah bagi lereng ski terbaik Siberia.

Kini, jaksa berupaya untuk memeriksa kemungkinan penuntutan pidana terhadap dampak polusi kepada industri terkait.

Media lokal di Rusia menyalahkan pabrik pemrosesan batu bara setempat dan mobil-mobil yang diparkir penuh dengan kotoran berwarna hitam dan tebal.

Siberian Times mewartakan, Wakil Gubernur Kemerovo Andrei Panov menyatakan akan bertemu dengan para ahli lingkungan setempat untuk membahas fenomena tersebut.

Di media sosial, penduduk menuding kurangnya perlindungan lingkungan jangka panjang terhadap wilayah yang mengelola batu bara.

Baca juga: Tiga Polisi Diselamatkan dari Timbunan Salju Longsor di India

"Tidak ada sistem pembersihan, pembuangan, debu, kotoran, dan batu bara. Anak-anak dan kita semua bernapas, tapi itu hanya jadi mimpi buruk," tulis seorang warganet.

"Pemerintah melarang merokok di tempat publik. tapi mari kita hirup debu batu bara bersama-sama dan biarkan itu masuk ke paru-paru," tulis netizen lainnya.

"Masa depan anak-anak kita mengerikan," tulis yang lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X