Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Kompas.com - 19/02/2019, 07:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penghormatan ketika kembali ke Gedung Putih selepas menjalani tes fisik tahunan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat (8/2/2019). AFP/JIM WATSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penghormatan ketika kembali ke Gedung Putih selepas menjalani tes fisik tahunan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat (8/2/2019).

PARIS, KOMPAS.com - Eropa menanggapi dingin permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal menerima kembali warga yang ditangkap di Suriah karena bergabung ISIS.

Trump menyarankan agar sekitar 800 eks anggota ISIS itu diproses secara hukum di negara asalnya masing-masing, menyusul kekalahan yang akan segera dihadapi kelompok ekstremis itu.

Laporan kantor berita AFP, Senin (18/2/2019), kecemasan meningkat tentang nasib warga negara Eropa yang sekarang ditahan oleh pasukan Kurdi, sebab Trump berencana menarik pasukan AS dari Suriah usai ISIS dikalahkan 100 persen.

Baca juga: Trump Desak Eropa Terima Warganya yang Eks Anggota ISIS

Tentara Kurdi dikhawatirkan tidak akan lagi bisa memastikan penahanan para tawanan itu, terlebih jika Turki menyerang untuk mencegah Kurdi membangun kendali di kota-kota Suriah.

Namun, Eropa menilai setiap orang yang ditangkap dan anggota keluarga mereka harus dituntut di negara tempat kejahatan itu dilakukan.

Di London, juru bicara Perdana Menteri Theresa May mengatakan anggota ISIS harus diadili di mana mereka ditangkap,

"Mereka harus dibawa ke pengadilan sesuai dengan proses hukum yang berlaku di yurisdiksi paling tepat." katanya.

"Jika memungkinkan, itu harus di wilayah di mana kejahatan telah dilakukan," imbuhnya.

Di Jerman, Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan akan sangat sulit untuk mengatur pemulangan para eks anggota ISIS dan menggelar penuntutan terhadap mereka.

Sementara itu, pemerintah Perancis telah lama menolak untuk memulangkan bekas anggota ISIS dan istri mereka, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 150 orang di Suriah.

Pekan lalu, perempuan bernama Shamima Begum meminta untuk dipulangkan ke negara asalnya, Inggris.

Shamima yang kini tinggal di kamp pengungsi Irak ingin kembali untuk membesarkan bayi yang baru dia lahirkan. Inggris tidak bisa menolak kepulangan Shamima karena dia tidak pernah dihukum atas kejahatan.

Baca juga: Jerman: Pemulangan Anggota Asing ISIS ke Negara Asal Sangat Sulit Dilakukan

Namun, pemerintah tidak akan mengesampingkan kemungkinan tuntutan hukum terhadap Shamima saat kembali ke Inggris.

Di Belgia, hakim memerintahkan pejabat untuk mengatur kepulangan enam anak dan ibu mereka dari kamp pengungsi. Tapi, pemerintah menolak seruan untuk pemulangan mereka.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini tidak secara khusus mencampuri perselisihan tersebut karena masuk ranah pemerintah masing-masing negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X