Peralatan Medis Kurang Memadai, Bayi Berkepala Dua di Yaman, Khaleq dan Rahim, Meninggal - Kompas.com

Peralatan Medis Kurang Memadai, Bayi Berkepala Dua di Yaman, Khaleq dan Rahim, Meninggal

Kompas.com - 11/02/2019, 13:34 WIB
Bayi siam berjenis kelamin laki-laki, Abdel Khaleq dan Abdel Karim, berada di inkubator di rumah sakit di Sanaa pada Rabu (6/2/2019). (AFP/MOHAMMED HUWAIS) Bayi siam berjenis kelamin laki-laki, Abdel Khaleq dan Abdel Karim, berada di inkubator di rumah sakit di Sanaa pada Rabu (6/2/2019). (AFP/MOHAMMED HUWAIS)

SANAA, KOMPAS.comBayi kembar siam berkepala dua yang ada di Yaman dilaporkan meninggal setelah tidak mendapat perawatan memadai.

Dokter sudah mewanti-wanti, Abdel Khaleq dan Abdel Rahim yang berusia dua pekan tidak akan selamat dengan kondisi peralatan medis di Yaman.

Baca juga: Khaleq dan Rahim, Bayi Berkepala Dua di Yaman yang Menanti Diselamatkan...

Dikutip The Independent pada Minggu (10/2/2019), Khaleq dan Rahim yang dirawat di Rumah Sakit Al-Thawra Sanaa harus segera dibawa keluar.

"Mereka harus dievakuasi secepatnya. Mereka tidak akan mampu bertahan di sini," ujar Kepala Unit Neonatal Al-Thawra Dr Faisal al-Balbali.

Karena pengepungan yang dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi, bocah yang dempet tubuh itu hanya mendapat perawatan MRI. Namun, upaya untuk membawa mereka keluar terganjal penutupan bandara bagi penerbangan komersial karena wilayah udara Yaman dikuasai koalisi.

Saat ini, hanya pesawat di bawah bendera PBB yang diizinkan mendarat, dengan Bandara Sanaa merupakan faktor kunci perundingan damai di Stockholm pada Desember 2018.

Organisasi Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman dilansir SPA telah menawarkan untuk menangani dua anak itu, tetapi tidak ada cara melewati blokade Saudi.

Dalam pernyataan kementerian kesehatan dikutip media Houthi Saba via Telegraph, kematian Khaleq dan Rahim menggambarkan situasi kemanusiaan di Yaman.

Saat ini, Yaman hampir memasuki empat tahun masa peperangan antara Houthi yang disokong dengan koalisi Saudi sejak 2015.

Konflik yang berawal dari terjungkalnya Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan infrastruktur.

Kolapsnya ekonomi membuat jutaan rakyat Yaman kelaparan. Perundingan yang dipimpin PBB bertujuan menghasilkan gencatan senjata bagi kedua belah pihak.

Harapannya, blokade terhadap Bandara Sanaa dan Pelabuhan Hodeidah di Laut Merah bisa diakhiri sehingga bantuan kemanusiaan dapat masuk.

Baca juga: Pemerintah Jepang Cegah Seorang Jurnalis yang Ingin Liputan ke Yaman


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Megapolitan
Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Megapolitan
Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Nasional
Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Nasional
Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X