Kompas.com - 07/02/2019, 08:14 WIB
Jurnalis lepas Jepang, Kosuke Tsuneoka (kiri) saat tiba di Bandara Kansai di Osaka, pada 6 September 2010, usai dibebaskan dari penculikan dan penahanan di Afghanistan. AFP PHOTO / JIJI PRESSJurnalis lepas Jepang, Kosuke Tsuneoka (kiri) saat tiba di Bandara Kansai di Osaka, pada 6 September 2010, usai dibebaskan dari penculikan dan penahanan di Afghanistan.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang jurnalis lepas veteran mengaku bahwa pemerintah Jepang telah memintanya menyerahkan paspor miliknya saat dia hendak terbang ke Yaman.

Kosuke Tsuneoka (49) mengatakan, petugas imigrasi menghentikannya di Bandara Haneda, Tokyo, pada 2 Februari lalu, dan diminta menyerahkan paspornya.

Saat itu, Tsuneoka berencana untuk meliput upaya bantuan oleh organisasi internasional dan melihat kondisi di Yaman, yang disebut PBB telah terjadi krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

"Tindakan ini tidak bisa ditoleransi dalam demokrasi," ujarnya kepada AFP, Rabu (6/2/2019).

"Saya merencanakan misi ke Yaman, tapi sekarang terganggu. Ini tidak hanya merugikan saya, tetapi lebih kepada seluruh masyarakat Jepang, karena akan kehilangan informasi," lanjutnya.

Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Damai di Yaman dan Suriah

Isu pencegahan keberangkatan secara paksa ini muncul di tengah perdebatan di Jepang tentang perlunya jurnalis dicegah menuju zona perang, setelah seorang wartawan Jepang ditangkap dan dibebaskan dari Suriah, tahun lalu.

Sebelumnya pada Selasa (5/2/2019), Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono telah mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan perintah terhadap seorang pria warga Jepang di Bandara Haneda.

Saat ditanya apakah tindakan pemerintah itu melanggar hak Tsuneoka, Kono mengatakan bahwa jurnalis itu berhak mendapat bantuan hukum.

"Saya ingin menyampaikan rasa hormat saya yang setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang melaporkan dari lokasi-lokasi berbahaya," kata Kono, menolak mengungkapkan rincian lainnya.

Sebelumnya, Tsuneoka disebut telah berusaha mengunjungi negara yang dilanda peperangan itu pada bulan Januari, namun dia dihentikan di Oman dan dideportasi.

Pemerintah Jepang menggunakan isu deportasi itu sebagai alasan untuk mencegahnya terbang ke Yaman.

Tsuneoka sebelumnya juga sempat diculik dan ditahan selama lima bulan saat meliput situasi di Afghanistan pada 2010.

Dia mengatakan saat ini telah mengajukan paspor baru, namun petugas tidak bisa memastikan apakah dia akan mendapatkannya atau apakah ada kondisi khusus yang akan dilampirkan.

Baca juga: Korea Selatan Kabulkan Status Pengungsi kepada Dua Jurnalis Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.