Hari Ini dalam Sejarah, Fiksi Ilmiah Pertama Tayang di Televisi

Kompas.com - 11/02/2019, 11:32 WIB
Sebuah adegan dalam kisah R.U.Rsmithsonianmag Sebuah adegan dalam kisah R.U.R

KOMPAS.com - Pada 1926, cikal bakal televisi untuk kali pertama diperkenalkan ke publik. Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird, mendemonstrasikan televisi pertama yang mampu membuat publik kagum.

Ketika itu, gambar yang ditampilkan berupa boneka yang mampu bergerak. Berawal dari hitam putih, akhirnya hadirlah televisi berwarna yang lebih nyaman dilihat orang yang menonton.

Tantangan ketika itu adalah mengenai program televisi yang ditampilkan. Beberapa negara mulai menghadirkan program terbaik. Berbagai macam program itu mulai dari drama, komedi, berita, hingga acara-acara ilmiah dan pengetahuan.

Hari ini 81 tahun yang lalu, tepatnya pada 11 Februari 1938, program televisi fiksi ilmiah pertama mulai ditayangkan ke publik. Inisiator dari program televisi ini adalah BBC.

Biasanya, acara fiksi ilmiah membahas perkembangan, pengaruh, serta kemajuan sains dan teknologi yang berdampak kepada kehidupan manusia.

Dilansir dari Smithsonianmag, acara yang dibuat tersebut tak hanya digunakan untuk fiksi ilmiah saja, tetapi untuk kemajuan teknologi dalam realitas kehidupan.

Serial fiksi ilimih itu mengadopsi kisah drama dari penulis terkenal asal Ceko, Karel Capek yang bercerita mengenai R.U.R (Robot Universal Rossum) pada era 1920-an. Kisah itulah yang mengawali penyebutan dari kata "Robot".

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, John Logie Baird Perkenalkan Televisi

Program pertama dunia

Serial Doctor Who mungkin merupakan serial televisi fiksi ilmiah yang terpanjang di dunia. BBC memulai serial ini sejak 1963, dan hingga saat ini masih berlangsung meski berganti aktor dan pemerannya.

Namun, Doctor Who bukan program fiksi ilmiah tertua yang disiarkan televisi.

Hanya dua tahun setelah BBC muncul, stasiun milik Pemerintah Inggris ini mulai berinovasi dengan menghadirkan program-program andalan. Salah satunya kisah R.U.R yang sudah populer pada 1920-an hingga 1930-an.  

Seminggu sebelum penayangan program tersebut, beberapa media memberikan informasi bahwa jika menonton R.U.R haruslah melihat dari berbagai sudut pandang, bukan dari reaksi robot melainkan dari perkembangannya.

Akhirnya, acara itu disiarkan pada pukul 03:20 pagi waktu setempat dan memiliki durasi 35 menit.

Drama ini dimulai dengan adegan sejumlah orang pada sebuah pabrik yang disebut robota (robot) dari bahan organik sintetis. Mereka dibuat untuk membantu manusia dalam mengerjakan segala hal.

Dibuat sedemikian persis dengan manusia, dari bentuk, tubuh dan ukurannya. Pada awalnya, robot senang membantu manusia. Hingga kemudian, mereka melakukan pemberontakan yang menyebabkan kepunahan bagi manusia.

Keanu Reeves beraksi dalam The Matrix (1999)Warner Bros. Keanu Reeves beraksi dalam The Matrix (1999)
Konsep inilah yang BBC perkenalkan kepada publik, mengenai perkembangan robot. Walau tak memiliki organ tubuh sekompleks manusia, Robot Universal Rossum mampu menghimpun kawanannya dan melakukan pemberontakan.

Setelah penayangan itu, banyak dari berbagai stasiun televisi yang mulai melirik dengan mengadirkan serial fiksi ilmiahnya.

Sekarang juga banyak produser film yang telah mengembangkan serial fiksi ilmiahnya hingga menjadi franchise sukses. Terminator hingga The Matrix merupakan serial yang diilhami dari kisah R.U.R.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan
Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Regional
Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Internasional
5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, 'Semoga Ayah Kuat' hingga Menyanyi di Depan Rutan

5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, "Semoga Ayah Kuat" hingga Menyanyi di Depan Rutan

Regional
Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Megapolitan
Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Anjing Gila Serang Puluhan Warga, Kolaka Utara Tetapkan Siaga 1 Rabies

Regional
Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Nasional
Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Polisi Ringkus Komplotan Perampok Minimarket 24 Jam

Megapolitan
Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Perempuan Semarang Targetkan 80 Persen Suara Untuk Jokowi-Ma'ruf

Regional
Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Penyebab Kekurangan 1.020 Surat Suara untuk KPU Mimika Terungkap

Regional

Close Ads X