Korsel Bersedia Bayar Lebih Mahal agar Tentara AS Tetap Bertahan

Kompas.com - 10/02/2019, 15:42 WIB
Anggota kru Angkatan Laut AS berdiri di depan pesawat tempur di dek kapal induk Nimitz USS Carl Vinson selama latihan militer gabungan Korea Selatan-AS di laut timur Semenanjung Korea pada 14 Maret 2017. )(AFP/Jung Yeon Je) Anggota kru Angkatan Laut AS berdiri di depan pesawat tempur di dek kapal induk Nimitz USS Carl Vinson selama latihan militer gabungan Korea Selatan-AS di laut timur Semenanjung Korea pada 14 Maret 2017. )(AFP/Jung Yeon Je)

SEOUL, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Selatan menyatakan kesediaan untuk membayar lebih mahal agar pasukan militer Amerika Serikat bertahan di negara itu.

Seperti diketahui, kedua negara merupakan sekutu keamanan sejak Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Ada lebih dari 28.000 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan untuk berjaga-jaga terhadap ancaman Korea Utara.

Baca juga: Korea Utara Disebut Manfaatkan Bandara untuk Lindungi Rudal Balistik

Namun, Presiden AS Donald Trump kerap mengeluhkan tentang biaya penempatan pasukannya di negara itu. Pemerintah AS disebut meminta Seoul untuk menggandakan kontribusi pembiayaan.

Laporan kantor berita AFP, Minggu (10/2/2019, menyebtukan, negosiasi berakhir dengan Kementerian Luar Negeri Korsel akan membayar sekitar 1,04 triliun won atau sekitar Rp 12,9 triliun pada 2019.

Nominal itu jauh lebih tinggi 8,2 persen yang ditawarkan dalam kesepakatan lima tahun sebelumnya, yang telah berakhir pada akhir 2018.

Kemenlu Korsel menyatakan, meski AS menuntut peningkatan biaya yang lebih besar, pemerintah mampu mencapai kesepakatan yang mencerminkan situasi keamanan Semenanjung Korea.

"Kedua negara menegaskan kembali pentingnya aliansi Korea Selatan-AS yang kuat dan perlunya penempatan pasukan AS yang stabil," demikian pernyataan Kemenlu Korsel.

Perselisihan soal biaya sempat menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan Trump menarik pasukan AS dari Korsel.

Trump pernah berujar dalam wawancara dengan CBS pekan lalu, yakni ada kemungkinan suatu hari nanti akan menarik pasukan dari negara tersebut.

"Sangat mahal untuk menjaga keberadaan pasukan di sana," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X