Korea Utara Disebut Manfaatkan Bandara untuk Lindungi Rudal Balistik

Kompas.com - 06/02/2019, 06:14 WIB
Kim Jong Un menginspeksi rencana penembakan atau serangan rudal balistik Korut ke Guam, wilayah AS di Pasifik, Senin (14/8/2017). Bersama dengan para perwira tinggi militernya, Kim Jong Un memeriksa jarak antara Korut dan Guam, serta jalur yang dilintasi rudal. Namun, akhirnya ia menunda rencana serangan rudal ke Guam tersebut. @StratSentinel/TwitterKim Jong Un menginspeksi rencana penembakan atau serangan rudal balistik Korut ke Guam, wilayah AS di Pasifik, Senin (14/8/2017). Bersama dengan para perwira tinggi militernya, Kim Jong Un memeriksa jarak antara Korut dan Guam, serta jalur yang dilintasi rudal. Namun, akhirnya ia menunda rencana serangan rudal ke Guam tersebut.

PYONGYANG, KOMPAS.comKorea Utara disebut masih mengembangkan program nuklir dan rudal balistik dengan memanfaatkan bandara dan fasilitas lainnya.

Demikian laporan dari panel ahli PBB, seperti yang diwartakan AFP, Selasa (5/2/2019).

Laporan itu juga menunjukkan, sanksi terhadap Korea Utara terbukti tidak efektif mengingat negara itu memperoleh minyak secara ilegal, menjual batu bara, dan melanggar embargo senjata.

"Program nuklir dan rudal balistik Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK/Korea Utara) masih tetap utuh," tulis laporan yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB itu.

Baca juga: Toko Khusus Produk Korea Utara akan Segera Dibuka di Rusia

"Panel menemukan, DPRK menggunakan fasilitas sipil termasuk bandara untuk perakitan dan pengujian rudal balistik dengan tujuan mencegah serangan 'pemenggalan' secara efektif," lanjut isi laporan tersebut.

Laporan terbaru soal program nuklir dan rudal Korea Utara muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersiap untuk menggelar KTT kedua bulan ini.

Pemerintah AS berharap, pertemuan tersebut akan menghasilkan kemajuan nyata dalam melucuti program senjata negara di Semenanjung Korea.

Selain itu, pemerintahan Trump juga telah memimpin upaya di PBB untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat kepada Korea Utara, yang melakukan uji coba nuklir dan misil pada 2017.

Namun, Korea Utara masih memakai strategi pemindahan minyak, bahan bakar, dan batu bara ilegal dengan memanfaatkan jaringan kapal di laut.

Dengan begitu, negara tersebut dapat menghindari halangan yang berusaha merampas pendapatannya untuk membangun program senjata.

"Pelanggaran ini membuat sanksi PBB tidak efektif dengan mengabaikan batas atas impor produk minyak tanah dan minyak mentah oleh DPRK, serta larangan batu bara yang berlaku pada 2017," tulis laporan panel ahli PBB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X