Kompas.com - 07/02/2019, 17:11 WIB
Ilustrasi Bendera Kanada. Sky NewsIlustrasi Bendera Kanada.

OTTAWA, KOMPAS.com - Sebanyak lima diplomat Kanada dan anggota keluarganya menuntut pemerintah sebanyak 28 juta dollar Kanada atau sekitar Rp 295,5 miliar.

Melansir CBC News, Rabu (6/2/2019), sebanyak total 14 orang tersebut menuding pemerintah Kanada menunda evakuasi dari Havana dan perawatan medis mereka.

"Selama krisis, Kanada meremehkan keseriusan situasi, menimbun dan menyembunyika informasi kesehatan dan keselamatan yang kritis," demikian pernyataan mereka.

Baca juga: Kedubes Kanada di Kuba Kembali Digegerkan dengan Penyakit Misterius

"[Pemerintah Kanada] memberikan informasi salah, menyesatkan, dan tidak lengkap kepada staf diplomatik," lanjutnya.

Beberapa dari mereka masih dipekerjakan oleh badan pemerintah Global Affairs Kanada atau Urusan Global Kanada dari Kementerian Luar Negeri, Perdagangan, dan Pengembangan.

Sementara, sebagian sudah mengundurkan diri dan lainnya kini masih kerja paruh waktu.

Seorang diplomat yang namanya disamarkan menjadi Daniel mengatakan, dia, istrinya, dan anak-anaknya didiagnosis mengalami kerusakan otak pada Juni 2017.

"Istri saya, dia tidak sama seperti dulu. Ada yang hilang di memorinya, mengalami sakit kepala, dan masalah pendengar," ucapnya.

"Dia mengambil telepon untuk menghubungi seseorang tapi lupa kenapa (harus menelopon), dia masuk ke kamar tanpa alasan. Dia tidak bisa berkonsentrasi," katanya kepada Radio-Canada.

Sementara itu, seorang diplomat sekaligus ibu muda yang juga mengajukan gugatan mengaku menderita migrain dan kelelahan yang berlebihan.

Halaman:


Sumber BBC,CBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X