Tiba di Bangladesh, Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 04/02/2019, 20:35 WIB
Aktris asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, menjadi utusan khusus Badan Pengungsi PBB, UNHCR, tiba di bandara di Coxs Bazar, Bangladesh, Senin (4/2/2019). (AFP) Aktris asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, menjadi utusan khusus Badan Pengungsi PBB, UNHCR, tiba di bandara di Coxs Bazar, Bangladesh, Senin (4/2/2019). (AFP)

COX'S BAZAR, KOMPAS.com - Bintang Hollywood Angelina Jolie mengunjungi tempat pengungsian warga etnis Rohingya di Bangladesh pada Senin (4/2/2019).

Kemunculan Jolie di rumah sementara bagi warga yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar itu sebagai utusan khusus Badan Pengungsian PBB, UNHCR.

Laporan dari Dhaka Tribune menyebutkan, Jolie tiba di distrik pesisir Cox's Bazar pada pukul 10.30 waktu setempat.

Baca juga: Jelang Pemilu, Bangladesh Tutup Akses ke Kamp Pengungsi Rohingya


Tanpa membuat pernyataan kepada wartawan, dia menuju ke kamp untuk memantau situasi yang dihadapi oleh warga etnis Rohingya.

AFP mewartakan, Jolie berada di kamp di Teknaf dekat perbatasan Myanmar untuk berbincang langsung dengan warga etnis Rohingya.

Dia juga dijadwalkan untuk berbicara dengan para perempuan di sana yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Wakil Kepala Polisi distrik Cox's Bazar, Ikbal Hossain, mengatakan Jolie akan mengunjungi beberapa kamp pengungsian pada Selasa (5/2/2019).

Selama berada di Bangladesh, Jolie akan memeriksa kebutuhan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi.

Sebelumnya, dia pernah bertemu dengan warga etnis Rohingya di Myanmar pada 2015 dan di India pada 2006.

Jolie akan mengakhiri kunjungannya dengan bertemu Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Menteri Luar Negeri AK Abdul Momen, dan pejabat senior lainnya di Dhaka.

Pertemuan mereka akan berfokus pada upaya UNHCR membantu Bangladesh untuk mencapai solusi berkelanjutan tetap nasib Rohingnya.

Baca juga: Jadi Utusan Khusus Badan Pengungsi PBB, Angelina Jolie Kunjungi Mosul

PBB akan segera menyerukan seruan internasional untuk mengumpulkan 920 juta dollar AS atau Rp 12,8 triliun guna memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Bangladesh menjadi negara yang menyediakan pengungsian terbesar di dunia dengan 620.000 orang dari etnis Rohingnya berada di sana.

Kunjungan Jolie pada kali ini akhirnya dapat terwujud setelah sebelumnya sempat batal beberapa kali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X