Uni Eropa Sebut Iran Tingkatkan Kegiatan Spionase Siber

Kompas.com - 30/01/2019, 23:31 WIB
Ilustrasi peretas. Getty Images/iStockphotoIlustrasi peretas.

 BRUSSEL, KOMPAS.com - Iran dimungkinkan untuk memperluas kegiatan spionase sibernya setelah hubungan dengan negara-negara Barat memburuk.

Pernyataan tersebut diungkapkan badan keamanan digital Uni Eropa dalam laporannya, Senin (28/1/2019). Demikian diberitakan Reuters dan dilansir Al Arabiya.

Peretas Iran diyakini berada di balik sejumlah serangan siber dan gerakan penyebaran informasi palsu di dunia maya, yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Iran untuk memperkuat pengaruhnya di wilayah Timur Tengah. Demikian diberitakan Reuters dalam laporan khusus yang dirilis pada November.

Uni Eropa pada bulan ini telah menjatuhkan sanksi terhadap Iran, yang pertama sejak ditandatanganinya Kesepakatan Nuklir Iran pada 2015.

Baca juga: Peretas Iran Dituduh Jebol Keamanan Pabrik Kapal Perang Australia

Sanksi tersebut dijatuhkan sebagai tanggapan atas uji coba rudal balistik oleh Iran dan serangkaian rencana pembunuhan yang dilancarkan Teheran di wilayah Eropa.

"Sanksi baru diberlakukan terhadap Iran kemungkinan akan mendorong negara itu untuk mengintensifkan kegiatan ancama siber yang didukung negara, dalam mengejar tujuan geopolitik dan strategis di tingkat regional," kata Badan Uni Eropa untuk Keamanan Jaringan dan Informasi (ENISA) dalam sebuah laporan.

Seorang pejabat senior Iran menolak laporan tersebut dengan mengatakan hal itu sebagai bagian dari perang psikologis yang dilancarkan AS dan sekutunya untuk melawan negaranya.

Laporan ENISA mencantumkan peretas yang disponsori negara Iran sebagai salah satu ancaman tertinggi terhadap keamanan digital di blok tersebut.

"China, Rusia, dan Iran adalah tiga pelaku siber paling mampu dan paling aktif yang terkait dengan spionase ekonomi," tulis laporan tersebut.

Baik Iran, Rusia, maupun China telah berulang kali membantah tuduhan AS bahwa pemerintah mereka melakukan serangan siber.

Pada November lalu, AS telah mendakwa dua warga Iran sebagai dalang serangan siber menggunakan ransomware yang dikenal dengan "SamSam", serta menjatuhkan dua orang lainnya yang membantu mencairkan uang tebusan dari Bitcoin menjadi rial Iran.

"Aktivitas siber diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika Iran gagal menjaga komitmennya dengan Uni Eropa untuk kesepakatan nuklir 2015," kata ENISA.

Baca juga: FBI Selidiki Aksi Spionase Ekonomi oleh China yang Terus Meningkat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X