Kompas.com - 25/01/2019, 10:20 WIB
|

SINGAPURA, KOMPAS.com — Angkatan bersenjata Singapura, Kamis (24/1/2019), mengatakan, segera mengurangi durasi, intensitas, dan frekuensi latihannya.

Hal ini dilakukan setelah seorang aktor yang mengikuti wajib militer tewas dalam latihan di luar negeri.

Aloysius Pang sedang mengikuti latihan militer di Selandia Baru saat sebuah laras meriam yang akan diperbaiki jatuh lalu menimpa perut dan dada Pang, Sabtu (19/1/2019).

Baca juga: Tentara China Jalani Lebih dari 18.000 Latihan Militer Selama 2018

Pada Rabu (23/1/2019), Kementerian Pertahanan Singapura menyatakan, Pang harus menggunakan alat penunjang kehidupan menyusul operasi untuk memulihkan organ-organ tubuhnya.

Sayang sekali, Pang meninggal dunia di RS Waikato pada Rabu lalu dalam usia 28 tahun.

Dalam sebuah taklimat, Menteri Pertahanan Singapura Melvyn Ong mengatakan, militer negara itu akan memodifikasi program latihan militernya.

"Tempo pelatihan akan dikurangi dan akan diberlakukan hingga kami mendapatkan titik yang tepat. Kami ini melakukannya dengan benar setiap waktu,"  ujar Ong kepada harian The Strait Times.

Laporan lain menyebut Panglima AD Singapura Mayor Jenderal Goh Si Hou mengatakan, dia sudah menerapkan "time-out keselamatan", yaitu penundaan semua pelatihan.

Undang-undang Singapura mewajibkan warganya bertugas di kemiliteran, kepolisian, atau organisasi pertahanan sipil.

Sebagian besar memenuhi masa wajib militer dua tahun dan selanjutnya mengikuti latihan tahunan.

Pang sudah menyelesaikan wajib militernya dan tergabung dalam unit teknik persenjataan dengan pangkat kopral satu.

Keluarga Pang langsung terbang ke Selandia Baru saat mendengar pria itu terluka. Kakaknya, Kenny mengatakan, dia bahkan tak sempat untuk berbicara dengan adiknya itu.

Pemakaman Pang sedang dipersiapkan dan keluarga berharap jenazah pria itu bisa dipulangkan secepatnya.

Baca juga: Republik Afrika Tengah Kirim 1.300 Tentara ke Rusia untuk Latihan Militer

Sementara itu, militer Singapura akan menggelar investigasi untuk mengetahui penyebab insiden yang menewaskan Pang.

Saat insiden itu terjadi latihan menembak dengan peluru tajam sedang berlangsung di kawasan pelatihan militer Wiaouuru, Selandia Baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.