Kompas.com - 22/01/2019, 12:40 WIB
Kobaran api besar yang dipicu oleh pipa bocor di Tlahuelilpan, negara bagian Hidalgo, Meksiko, Jumat (18/1/2019). (AFP/FRANCISCO VILLEDA) Kobaran api besar yang dipicu oleh pipa bocor di Tlahuelilpan, negara bagian Hidalgo, Meksiko, Jumat (18/1/2019). (AFP/FRANCISCO VILLEDA)

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Otoritas Meksiko telah memulai penyelidikan atas insiden ledakan pipa minyak ilegal pada Jumat (18/1/2019) pekan lalu.

Penyelidikan dilakukan guna mengetahui penyebab pasti insiden di dekat kota Tlahuelilpan, yang menewaskan hingga 91 orang tersebut, termasuk dugaan kemungkinan terjadinya kelalaian oleh pihak berwenang.

Jaksa Agung Alejandro Gertz mengatakan, tim penyelidik sedang berusaha memastikan pihak yang bertanggung jawab atas upaya penyadapan saluran pipa minyak.

Penyelidikan dilakukan untuk mencari tahu apakah penyadapan dilakukan warga sekitar atau ada keterkaitan dengan kelompok kriminal pencurian bahan bakar.

"Kemungkinan adanya kelalaian oleh otoritas berwenang yang bertanggung jawab atas pipa juga masuk dalam penyelidikan," kata Gertz dalam konferensi pers.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan Pipa Bahan Bakar Ilegal di Meksiko Capai 85 Orang

"Urutan waktu kejadian harus dibuat sejelas dan setepat mungkin. Untuk itu kami akan berbicara dengan setiap otoritas yang terlibat," tambahnya seperti dilansir AFP.

Pihak-pihak yang akan dimintai keterangan tersebut meliputi para pejabat dari kementerian pertahanan, kepolisian, perusahaan minyak negara Pemex, serta pejabat pemerintah negara bagian Hidalgo dan pihak kantor kejaksaan.

Gertz menambahkan, penyelidikan juga dilakukan dengan memeriksa ada tidaknya kaitan antara insiden ledakan dengan kasus pembunuhan tiga pemimpin kelompok Hidalgo yang terjadi baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ledakan pipa minyak tersebut terjadi saat ratusan orang berkumpul di sekitar pipa yang bocor untuk mengumpulkan bahan bakar minyak yang menyembur menggunakan ember dan jerigen.

Jumlah korban tewas akibat insiden ledakan tersebut terus bertambah karena para korban luka yang telah dibawa ke rumah sakit gagal diselamatkan.

Selain itu pencarian korban masih terus dilakukan di sekitar lokasi ledakan, dengan warga diminta segera melaporkan apabila ada anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Sebuah rekaman video sebelum terjadinya ledakan menunjukkan ratusan orang berkumpul di sekitar pipa yang menyemburkan bahan bakar ke udara, sementara tentara tampak berdiri tanpa banyak mengambil tindakan.

Suasana kemudian mendadak berubah mencekam sesaat setelah ledakan, dengan orang-orang berteriak, berlarian, dan pakaian yang terbakar.

Pihak berwenang mengatakan, dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk dapat mengidentifikasi seluruh korban ledakan, yang banyak di antaranya terbakar parah hingga sulit dikenali.

Baca juga: Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X