Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo

Kompas.com - 16/01/2019, 11:47 WIB
Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara. AFP/ALFREDO ESTRELLADalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.

NEW YORK, KOMPAS.comPersidangan kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan gembong terkenal asal Meksiko, Joaquin " El Chapo" Guzman, pada Selasa (15/1/2019) mengungkapkan klaim terbaru.

Diwartakan Fox News, Rabu (16/1/2019), saksi mata persidangan mengklaim, El Chapo menyuap mantan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto senilai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs saat ini).

Pena Nieto menjabat sebagai presiden Meksiko dari 2012 hingga 2018.

Baca juga: Gembong Narkoba El Chapo Ingin Beri Anak Perempuannya Senjata AK-47

Sementara dugaan suap itu diungkapkan oleh saksi mata bernama Alex Cifuentes, yang dulu bekerja sebagai sekretaris El Chapio.

Cifuentes menyatakan, suap yang diberikan kepada Nieto terjadi pada Oktober 2012. Dia mengklaim, pengiriman uang pelicin itu melalui seorang rekan El Chapo.

Sebelumnya, dia juga telah memberi tahu pihak berwenang mengenai suap tersebut pada 2016.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto Mexican presidency Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto
BBC mencatat, Pena Nieto awalnya meminta pemberian "mahar" senilai 250 juta dollar AS, sebelum akhirnya disepakati senilai 100 juta dollar AS.

Cifuentes menyebut dirinya sebagai tangan kanan El Chapo.

Dia pernah menghabiskan waktu selama dua tahun bersembunyi di pegunungan Meksiko bersama sang gembong narkoba.

Guzman atau El Chapo diadili di Brooklyn sejak November 2018, setelah ia diekstradisi dari Meksiko untuk menghadapi tuduhan perdagangan kokain, heroin, dan obat-obatan terlarang lainnya di AS.

Otoritas AS menyebut El Chapo sebagai pemimpin kartel narkoba terbesar di dunia.

Baca juga: Selain Punya Kebun Binatang Pribadi, Begini Kehidupan Mewah El Chapo

Pena Nieto tidak segera memberikan tanggapan atas klaim tersebut, namun sebelumnya dia menolak segala tudingan dugaan korupsi yang muncul sejak persidangan El Chapo dimulai.

"Pemerintah Enrique Pena Nieto menganiaya, menangkap, dan mengekstradisi penjahat Joaquin Guzman Loera," demikian pernyataan juru bicara Pena Nieto.

"Tuduhan yang dibuat oleh pengacaranya benar-benar palsu dan memfitnah," imbuhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X