Istri Taipan Norwegia Diculik, Pelaku Minta Tebusan Mata Uang Digital

Kompas.com - 11/01/2019, 12:14 WIB
Anne-Elisabeth Falkevik Hagen (68) diculik sejak Halloween tahun lalu. Pelaku meminta tebusan dalam bentuk mata uang digital Moreno senilai 9 juta euro. (AFP/Polisi Norwegia) Anne-Elisabeth Falkevik Hagen (68) diculik sejak Halloween tahun lalu. Pelaku meminta tebusan dalam bentuk mata uang digital Moreno senilai 9 juta euro. (AFP/Polisi Norwegia)

OSLO, KOMPAS.com - Istri Taipan asal Norwegia dilaporkan menghilang sejak Halloween tahun lalu. Kini, penculiknya meminta uang tebusan senilai jutaan euro dalam bentuk mata uang digital.

Diwartakan AFP, Kamis (10/1/2019), Anne-Elisabeth Falkevik Hagen (68) menikah dengan Tom Hagen, pemilik bisnis real estate dan energi.

Selama beberapa pekan, detektif telah menyelidiki kasus ini secara diam-diam. Namun, pihak berwenang memutuskan untuk mempaparkannya ke publik pada Rabu lalu.

"Permintaan tebusan dan ancaman serius telah dikeluarkan," kata Inspektur Tommy Broske.

Baca juga: Buktikan Kesungguhan Cinta Suami, Istri Palsukan Penculikan Anaknya

"Teori utama kami, korban diculik oleh pelaku tak dikenal di rumahnya," imbuhnya.

Keluarga Hagen tinggal di Lorenskog, sekitar 20 kilometer dari Oslo.

Sejauh ini, pihak berwenang tidak menerima tanda-tanda kehidupan dari wanita itu dan penyelidik belum bisa mengidentifikasi tersangka.

Menurut harian Verdens Gang, permintaan uang tebusan mencapai 9 juta euro (Rp 145,5 miliar) di dalam bentuk mata uang digital Monero.

Mata uang digital Moreno sulit dilacak dan menjadi salah satu favorit di kalangan pelaku kriminal.

Polisi menolak untuk mengonfirmasi jumlah tersebut tetapi mengatakan mereka telah menyarankan keluarga untuk tidak membayarkan uang tebusan itu.

Insiden semacam itu sangat jarang terjadi di negara Skandinavia yang kaya, dengan tingkat kejahatan yang umumnya rendah.

Baca juga: Tabrakan dengan Kapal Tanker, Fregat AL Norwegia Hampir Tenggelam

Broske mengatakan para penyelidik memiliki kontak sangat terbatas dengan penculik. Dia menolak untuk mengungkapkan tanggal kontak terakhir.

Keluarga Hagen

Anne-Elisabeth merupakan seorang ibu rumah tangga. Dia menikahi dengan Tom Hagen, yang merupakan pria terkaya ke-172 di Norwegia.

Kekayaannya diperkirakan mencapai 1,7 miliar krona atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Hagen merupakan investor real estate yang memiliki 70 persen saham perusahaan listrik Elkraft.

Sebagai orangtua dari tiga anak yang sudah dewasa, pasangan itu menjalani kehidupan yang tenang dan menikmati masa pensiun di rumah.

Terkait penculikan ini, pengacara keluarga Hagen, Svein Holden, mengikuti saran polisi untuk tidak memberikan uang tebusan.

Baca juga: Pesawat Maskapai Norwegia Terjebak di Iran Selama 3 Pekan

"Tidak ada keraguan bagi keluarga, penculikan Anne-Elisabeth merupakan tindakan yang mengerikan dan tidak manusiawi," ucapnya.

Sebuah catatan ditulis dalam bahasa Nowergia ditinggalkan di rumah Hagen, dengan peringatan tentang sang istri akan mati jika polisi disiagakan.

Namun, penyelidik sekali lagi menolak untuk mengomentari laporan tersebut. Sejauh ini, polisi internasional telah dilibatkan untuk bekerja sama dalam kasus tersebut.


Terkini Lainnya

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Megapolitan
Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Nasional
Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Internasional
KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

Nasional
Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Megapolitan
Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Regional
7 Fakta Hasil Survei Litbang 'Kompas', Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

7 Fakta Hasil Survei Litbang "Kompas", Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

Regional
Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Megapolitan
Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Regional
Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Regional
MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional

Close Ads X