Bertemu Xi Jinping, Kim Jong Un Cerita Buntunya Perundingan dengan AS

Kompas.com - 10/01/2019, 11:53 WIB
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP) Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping memberikan apresiasi kepada Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un saat bertemu Selasa (8/1/2019).

Dalam pertemuan selama satu jam itu, KCNA via AFP Kamis (10/1/2019) mengutip keluhan Kim tentang buntunya negosiasi dengan Amerika Serikat ( AS).

Buntunya perundingan selepas pertemuan Kim dengan Presiden Donald Trump 12 Juni 2018 itu disebabkan kedua negara masih memperdebatkan definisi denuklirisasi.

Baca juga: Kereta Kim Jong Un Tinggalkan China Setelah Jong Un Bertemu Presiden Xi


Washington melihat denuklirisasi sebagai upaya pelucutan senjata nuklir dan program rudal balistik secara menyeluruh dan terverifikasi.

Sementara Korut memandang denuklirisasi tidak saja pelucutan nuklir mereka, namun juga senjata AS yang dipasang di Korea Selatan (Korsel).

Selain itu, Pyongyang mendesak agar Negeri "Uncle Sam" bisa mencabut sanksi sebelum mereka menyerahkan seluruh senjata mereka.

Dikutip Xinhua, Xi mengatakan dia juga menginginkan agar sanksi yang diterapkan kepada Korut bisa lebih dilunakkan sebelum denuklirisasi terjadi.

"Presiden Xi berharap bisa menemukan titik tengah. Dia mengapresiasi langkah positif yang sudah dilakukan oleh Korut," demikian ulasan Xinhua.

Xi menuturkan, apa yang diminta negeri komunis itu sudah tepat. Karena itu dia sangat mendukung kepentingan tersebut harus dipatuhi.

Lebih lanjut, Presiden Korsel Moon Jae-in menyatakan pertemuan kedua antara Trump dan Kim mungkin bakal segera terjadi.

Kepada awak media, Moon menjelaskan Kim harus memberikan langkah yang konkret dan signifikan sebelum sanksi kepada mereka dicabut.

"Namun di sisi lain, AS juga harus menanggapi dengan melakukan langkah konkret juga. Seperti menerima deklrasi perdamaian Perang Korea 1950-1953," tutur Moon.

Dia mengakui kesepakatan dengan Singapura antara Kim dan Trump samar. Karena itu dia maklum jika muncul banyak suara minor di kemudian hari.

"Namun, Kim memastikan kepada saya dan pemimpin lainnya bahwa komitmennya terhadap denuklirisasi tidak berubah," tegas Moon.

Baca juga: Kim Jong Un Tiba di Beijing Saat China dan AS Bahas Perang Dagang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X