Kritik Perdana Menteri India, Seorang Jurnalis Dihukum Satu Tahun Penjara

Kompas.com - 19/12/2018, 20:12 WIB
Ilustrasi kebebasan pers. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi kebebasan pers.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang jurnalis di India telah dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun setelah tindakannya mengkritik Perdana Menteri Narendra Modi di Facebook.

Kishorechandra Wangkhem yang berusia 39 tahun ditangkap pada November lalu di negara bagian Manipur.

Wartawan televisi itu ditangkap karena mengunggah sebuah video yang mengkritik PM Modi ke akun Facebook miliknya.

Dalam video itu, Wangkhem menyebut PM Modi dan Kepala Menteri Negara Bagian Manipur, Biren Singh, telah mempromosikan ideologi Hindu sayap kanan di wilayah tersebut.

Laporan di media setempat menuliskan, Wangkhem menyebut Singh sebagai "boneka" dari PM Modi dan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), sebuah kelompok Hindu garis keras dan mentor ideologis partai penguasa.

Baca juga: Unggah Foto Perdana Menteri Bertubuh Monyet, Pria Nepal Ditahan

Pihak berwenang berdalih, penangkapan Wangkhem bertujuan untuk mencegahnya bertindak dalam hal apa pun yang dapat merugikan keamanan negara.

Kepolisian semula menahan Wangkhem atas tuduhan melakukan penghasutan, namun kemudian dia dibebaskan setelah mendapat jaminan.

Wangkhem ditangkap kembali beberapa hari kemudian di bawah Undang-undang Keamanan Nasional yang ketat dan panel pemerintah menyetujui penahanan terhadapnya selama satu tahun.

India menganut undang-undang keras yang memungkinkan pihak berwenang untuk menahan seseorang yang dituduh melanggar hukum selama satu tahun tanpa perlu melalui proses pengadilan.

Keluarga Wangkhem berencana mengajukan keberatan atas penahanan tersebut, sementara serikat wartawan di India mengecam keras penangkapan tersebut yang dianggap mengekang kebebasan pers.

Wangkhem bukan satu-satunya orang yang ditahan pemerintah India karena mengkritik pemerintah, terutama terhadap Perdana Menteri Modi.

Melansir dari AFP, setidaknya telah ada belasan orang yang ditahan karena postingan mereka yang menentang pemerintahan.

Bulan lalu, seorang guru di negara bagian Assam ditangkap setelah membandingkan PM Modi dengan seekor anjing.

Baca juga: Dianggap Hina Perdana Menteri di Facebook, Dosen di Bangladesh Ditahan

Bulan September, kepala media sosial dari partai oposisi kongres utama, Divya Spandana dituduh melakukan penghasutan setelah mengunggah gambar patung lilin perdana menteri dengan plakat bertuliskan "Pencuri".

India saat ini menempati peringkat ke-138 dalam indeks kebebasan pers dunia yang disusun Jurnalis Tanpa Batas (RSF).

Banyak wartawan telah menghadapi pelecehan bahkan kekerasan yang meningkat di India sejak PM Modi berkuasa pada tahun 2014.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X