Dianggap Hina Perdana Menteri di Facebook, Dosen di Bangladesh Ditahan

Kompas.com - 26/09/2018, 22:59 WIB
Ilustrasi Facebook The telegraphIlustrasi Facebook

DHAKA, KOMPAS.com - Seorang dosen di Bangladesh ditangguhkan dari kampus tempatnya mengajar serta dipenjara, setelah menuliskan komentar yang dianggap menghina perdana menteri di media sosial.

Maidul Islam, Asisten Profesor Sosiologi di Universitas Chittagong, dilaporkan oleh aktivis dari partai penguasa di bawah undang-undang internet Bangladesh.

Maidul Islam sebelumnya mengunggah sebuah komentar di laman Facebook miliknya pada bulan lalu.

Tak dijelaskan komentar yang dimaksud, namun itu ditulisnya selama terjadinya aksi protes besar-besaran terkait keselamatan di jalanan.


Aksi protes itu telah mengundang kemarahan pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina, sehingga mengambil tindakan tegas.

Baca juga: Akibat Komentar di Medsos, Seorang Mahasiswa China Batal Diterima Kampus

"Dia telah dikirim ke penjara pada Senin (24/9/2018) setelah dia menyerah pada pengadilan di Chittagong," kata pengacara Islam, Vulon Lal Bhowmik, kepada AFP.

Kemudian pada Selasa (25/9/2018), akibat kasus yang menjeratnya, pihak kampus memberikan sanksi penangguhan.

Penangkapan Islam telah memicu protes dari kelompok kiri, yang kemudian mengancam bakal menggelar demonstrasi pada Sabtu (29/9/2018).

Beberapa pekan sebelumnya, seorang fotografer sekaligus aktivis, Shaidul Alam, juga telah ditangkap dan ditolak pembebasan dengan jaminan atas tuduhan komentar palsu dan provokatif selama aksi protes di bulan Agustus.

Kepada media Al Jazeera, Alam menyebut aksi protes yang terjadi merupakan bentuk kemarahan warga yang terpendam atas tindak korupsi dan tindak kekerasan yang dilancarkan pemerintahan yang tidak terpilih.

Parlemen Bangladesh sejak saat itu telah mengesahkan undang-undang keamanan digital terbaru dengan hukuman yang lebih keras bagi pelanggarnya.

Undang-undang yang dikecam banyak pihak karena dianggap mengancam kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Human Right Watch juga menyebut undang-undang itu menyerang kebebasan berbicara dan mempertahankan bagian paling bermasalah dari hukum internet, serta menambahkan banyak ketentuan yang dapat mengkriminalisasi pidato damai.

Baca juga: Seorang Jurnalis Perempuan Bangladesh Tewas Dibunuh di Kediamannya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X