Biografi Tokoh Dunia: Frida Kahlo, Pelukis asal Meksiko - Kompas.com

Biografi Tokoh Dunia: Frida Kahlo, Pelukis asal Meksiko

Kompas.com - 07/12/2018, 13:46 WIB
Frida on White Bench, 1939 Frida on White Bench, 1939

KOMPAS.com - Pelukis asal Meksiko ini dikenal berkat potret dirinya dengan sapuan warna berani, yang berhubungan dengan tema seperti identitas, tubuh manusia, dan kematian.

Frida Kahlo dirayakan di Meksiko atas perhatiannya pada budaya negara tersebut. Oleh kaum feminis, dia digambarkan sebagau pengalaman dan wujud perempuan.

Pengalaman hidup merupakan tema umum dalam sekitar 200 lukisan, sketsa, dan gambarnya. Rasa sakit fisik dan emosionalnya tertuang jelas di atas kanvas, termasuk hubungannya dengan sang suami.

Kehidupan awal

Magdalena Carmen Frida Kahlo y Calderon lahir pada 6 Juli 1907 di rumah orangtuanya yang dikenal sebagai La Casa Azul atau The Blue House, di Coyoacan, sebuah kota kecil di pinggiran Mexico City saat itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Jean-Eugene Robert-Houdin, Pelopor Sulap Modern

Ayahnya bernama Guillermo Kahlo berasal dari Jerman. Ibunya, Matilde Calderin y Gonzales, merupakan keturunan Spanyol.

Meski pernikahan mereka tidak bahagia, Guillermo dan Matilde dikarunia empat anak perempuan dan Frida adalah anak ketiga mereka.

Revolusi Meksiko pecah pada 1910 ketika dia berusia tiga tahun. Dia bahkan mengklaim lahir pada 1910 sesuai dengan revolusi tersebut, meski akta kelahirnya menyatakan hal yang berbeda.

Frida mengidap polio pada usia enam tahun, yang membuat kaki kanannya lebih kecil dibandingkan yang kiri. Untuk menyamarkan kakinya, dia kerap mengenakan rok panjang.

Pada 1922, dia terdaftar di Preparatoria, sebuah sekolah utama di Meksiko.

Pada periode tersebut, dia harus menyaksikan perjuangan bersenjata dan kekerasan di Kota Meksiko karena berlanjutnya revolusi.

Kecelakaan bus

Pada 1925, Frida menjadi korban kecelakaan bus yang membuatnya harus menjalani 30 operasi medis selama hidupnya.

Selama masa pemulihannya yang lambat, dia belajar melukis sendiri, kerap membaca, dan mempelajari seni.

Lukisan awalnya merupakan potret dirinya memakai gaun beludru (1926). Meski lukisannya cukup abstrak, namun dia menunjukkan minatnya pada aliran realisme.

"Saya melukis diri sendiri karena saya sering sendirian dan saya merupakan subjek yang paling saya kenal," ucapnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Nelson Mandela, Berjuang Memberontak Apartheid

Ayahnya meminjamkan kotak cat minyak dan beberapa kuas. Alat khusus dibuat agar dia tetap bisa melukis meski terbaring di tempat tidur.

Diego Rivera dengan Frida Kahlo. (Congress Library, Washington DC) Diego Rivera dengan Frida Kahlo. (Congress Library, Washington DC)
Setelah masa pemulihannya selesai, dia bergabung dengan Partai Komunis Meksiko (PMC). Di sana, Frida bertemu dengan muralis Diego Rivera.

Dia menunjukkan beberapa karyanya kepada Rivera, yang kemudian mendorongnya untuk terus melukis.

Menikah dua kali dengan Rivera

Setelah menikah dengan Rivera pada 1929, Frida mengubah gaya pribadi dan melukisnya.

Dia mulai mengenakan gaus Tehuana tradisional, dengan hiasan bunga di kepala, blus longgar, perhiasan emas, dan rok panjang.

Lukisannya berjudul Frieda dan Diego Rivera pada (1931) tidak hanya menunjukkan gaya berpakaiannya, tapi juga minat pada seni rakyat Meksiko.

Dia melukis itu saat bepergian ke Amerika Serikat bersama dengan suaminya. Sempat mengalami keguguran, Frida kemudian melukis ibunya yang telah tiada dan beberapa karya yang mengerikan lainnya.

Di Rumah Sakit Henry Ford pada 1932, dia melukis dirinya sedang mengalami pendarahan di tempat tidur rumah sakit. Lukisan My Birth (1932), ia melukis adegan agak tabu dari seorang wanita yang sedang melahirkan.

Pernikahan dengan Rivera dipenuhi dengan gejolak. Keduanya terkenal memiliki temperamen yang berapi-api dan perselingkuhan mendera rumah tangga mereka.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Harland Sanders, Pencipta Resep Rahasia KFC

Frida secara terbuka mengaku memiliki hubungan dengan dua pria, termasuk Leon dan Trotsky, serta seorang perempuan lain.

Rivera bisa memaafkan hubungannya dengan perempuan, tapi tidak dengan dua pria itu. Sementara Frida marah ketika mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik perempuannya, Cristina.

Pasangan tersebut memutuskan bercerai pada 1939. Pada tahun yang sama, dia menelurkan beberapa karyanya yang terkenal termasuk The Two Fridas.

Lukisan tersebut menunjukkan sosok kembar bergandengan tangan, masing-masing sosok mewakili sisi yang berlawanan dari Frida.

Dia menikah lagi dengan Rivera pada 1940. Pernikahan keduanya masih tetap bergolak. Mereka sering tinggal terpisah, meski terkadang terlihat bersama.

Lukisan di atas kanvas berjudul Self Potrait with Monkeys karya Frida KahloREUTERS/Rebecca Cook Lukisan di atas kanvas berjudul Self Potrait with Monkeys karya Frida Kahlo
Pameran tunggal

Pada 1943, dia diangkat sebagai profesor lukisan di La Esmeralda, Sekolah Seni Rupa Departemen Pendidikan.

Frida mulai merasakan kesehatannya memburuk sehingga dia sering mengalihkannya dengan alkohol dan obat-obatan.

Meski demikian, dia terus produktif selama 1940-an. Dia melukis banyak potret diri dengan berbagai gaya rambut, pakaian, dan ikonografi.

Lukisannya selalu menunjukkan dirinya dengan tatapan yang teguh dan tabah, yang membuatnya terkenal.

Pada 1940, Frida berpartisipasi dalam "Pameran Internasional Surealisme" di Galeria de Arte. Dia memamerkan dua karya lukisan terbesarnya, The Two Fridas dan The Wounded Table.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Rosa Parks, Melawan Segregasi Rasial

Pada 1940-an hingga 1950-an, dia sering kali harus opname di rumah sakit.

Frida tidak banyak menjual lukisan pada masa hidupnya. Dia hanya pernah punya satu pameran tunggal di Meksiko semasa masih hidup, yaitu pada 1953.

Kematian

Pada pameran tunggal pertamanya itu, kesehatan Frida makin memburuk sehingga dia harus berbaring di tempat tidur.

Dia meninggal dunia di La Casa Azul setahun kemudian. Penyebab resmi kematiannya adalah emboli paru.

Kini, tempat itu menjadi Museum Frida Kahlo di Mexico City, barang-barang pribadinya dipamerkan, seolah-olah dia masih tinggal di sana.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

Nasional
Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Regional
Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional
KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

Megapolitan

Close Ads X