Biografi Tokoh Dunia: Nelson Mandela, Berjuang Memberontak Apartheid

Kompas.com - 05/12/2018, 19:31 WIB
Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.SHAUN CURRY / AFP Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

KOMPAS.com - Perlawanan terhadap sistem pemisahan ras atau apartheid yang diterapkan pemerintah Afrika Selatan tak bisa dilepaskan oleh figur bernama Nelson Mandela, yang meninggal pada 5 Desember 2013.

Selama bertahun-tahun, dia menghabiskan waktu di penjara untuk memperjuangkan hak warga kulit hitam.

Semua terbayarkan ketika Mandela berhasil menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan pada 1994 hingga 1999.

Sebelum itu, dia mendapat penghargaan Nobel Perdamaian pada 1993 dan akan terus menjadi simbol perdamaian dunia.

Awal kehidupan

Nelson Rolihlahla Mandela lahir di sebuah desa bernama Mvezo, wilayah tenggara Afrika Selatan yang dikenal sebagai Transkei.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Harland Sanders, Pencipta Resep Rahasia KFC

Ayahnya, Nkosi Mphakanyiswa Gadla Mandela, merupakan kepala desa dan anggota keluarga dari suku Thembu yang berbicara bahasa Xhosa. Sementara ibunya bernama Nonqaphi Nosekeni.

Sebagai seorang anak laki-laki, Mandel tumbuh dalam perlindungan tetua dan kepala suku yang membuatnya mencintai warisan Afrika.

Pada 1930, ayahnya meninggal dunia, dan Mandela yang berusia 12 tahun di bawah wali Jongintaba, seorang Wali Raja Tembu yang tinggal di Great Place di Mqhekezweni.

Nelson Mandela pada 1937. (Wikipedia) Nelson Mandela pada 1937. (Wikipedia)
Dia menempuh pendidikan di Qunu. Kemudian seorang guru memberikannya nama Nelson, sesuai dengan aturan sekolah agar murid diberikan nama Kristen.

Mendela kemudian berupaya untuk mendapat gelar Bachelor of Arts di University College Fort Hare, namun dia tidak pernah menyelesaikannya karena bergabung dengan aksi protes mahasiswa.

Kembali ke Great Place di Mqhekezweni, Raja begitu geram.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Rosa Parks, Melawan Segregasi Rasial

 

Dia mengancam akan mencarikan istri bagi Mandela dan sepupunya, Justin, apabila mereka tidak kembali ke Fort Hare.

Keduanya memutuskan untuk kabur ke Johannesburg dan sampai pada 1941.

Di sana, mandela bekerja sebagai petugas keamanan tambang dan kemudian menjadi agen tanah.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X