Duterte Ingin Bentuk Skuad Pembunuh untuk Serang Anggota Komunis

Kompas.com - 28/11/2018, 16:46 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China.SOUTH CHINA MORNING POST Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan sebuah ide kontroversial untuk menghadapi anggota pemberontsk.

Diwartakan AFP Rabu (28/11/2018), Duterte menyatakan dia bakal membentuk unit pasukan pembunuh untuk melenyapkan terduga anggota Pasukan Rakyat Baru (NPA).

Baca juga: Duterte Minta Warganya untuk Tidak Pergi ke Gereja

Selama 50 tahun, Filipina berjuang memadamkan milisi komunis yang merupakan salah satu pemberontakan tertua di Asia.


Seperti pendahulunya, Duterte awalnya menggelar perundingan damai dengan komunis. Namun pembicaraan tersebut ditangguhkan pada 2017 setelah insiden penyerangan terhadap aparat keamanan.

Dalam pidatonya Selasa waktu setempat (27/11/2018), Duterte menjelaskan tentang skuad pembunuh yang dikenal dengan "Unit Sparrow".

"Yang saat ini kurang dari saya adalah Unit Sparrow. Jadi saya membentuk unit saya sendiri. Pasukan Pembunuh Duterte melawan mereka (Sparrow)," ujarnya.

The Philippine Star memberitakan, skuad itu bakal dikirim ke tempat-tempat publik seperti terminal hingga warung makan untuk mengenali anggota NPA.

Tidak hanya membunuh pemberontak komunis. Nantinya pasukan itu juga diperuntukkan melenyapkan gelandangan hingga pecandu narkoba.

"Saya bakal menyeragamkan kemampuan mereka dalam membunuh orang. Tentu saja mereka bakal dilengkapi senjata," papar Duterte.

Presiden berjuluk The Punisher itu berujar bakal sangat bangga jika ada skuad pembunuh yang bisa mengenali satu atau dua pemberontak.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyatakan pihaknya bakal mempelajari rencana yang didengungkan presiden 73 tahun tersebut.

Dia menuturkan jajarannya bakal memilah dengan hati-hati siapa yang bakal melatih maupun siapa yang bakal ditempatkan sebagai komandan skuad tersebut.

"Sebabnya, rencana tersebut berisiko menjadi ajang penyalahgunaan kekuasaan jika sudah diterapkan," demikian penjelasan Lorenzana.

Ucapan Duterte tersebut mendapat kritikan dari pendiri Partai Komunis Jose Maria Sison yang mengatakan Unit Sparrow hanya ada pada dekade 1970 hingg 1980-an.

"Dia sendiri yang menciptakan Unit Sparrow untuk memuluskan aksinya dalam membentuk skuad pembunuhnya," kata Sison kepada ABS-CBN.

Baca juga: Ketiduran, Presiden Duterte Absen di Sejumlah Pertemuan KTT ASEAN

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X