Meksiko Bakal Deportasi 500 Migran yang Berulah di Perbatasan AS

Kompas.com - 26/11/2018, 12:53 WIB
Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias) Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias)

TIJUANA, KOMPAS.com - Otoritas Meksiko akan mendeportasi sekitar 500 migran yang berusaha menyerbu perbatasan Amerika Serikat dengan kekerasan dan secara ilegal.

Demikian pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Meksiko pada Minggu (25/11/2018), ditujukan bagi karavan migran yang melanggar perbatasan AS di California bagian selatan.

Melansir BBC, dalam rekaman video menunjukkan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, berlarian menuju pagar yang memisahkan Meksiko dan AS di kota Tijuana.

Baca juga: Trump Izinkan Militer AS Menembak Migran di Perbatasan


Namun, mereka dipukul mundur oleh tembakan gas air mata yang dipakai oleh petugas perbatasan AS.

Kementerian menyebut, tindakan mereka telah melanggar ketentuan migrasi legal dan dapat menyebabkan insiden serius dan provokasi.

CNN melaporkan, hingga Minggu malam lalu, kepolisian Tijuana telah menangkap 39 orang.

Ketegangan di Tijuana telah meningkat sejak kedatangan ribuan migran awal bulan ini. Mereka sampai di kota itu usai melakukan perjalanan lebih dari 4.000 km dari Amerika Tengah.

Mereka mengaku berlari dari tindakan persekusi, kemiskinan, dan kekerasan dari negara mereka, Honduras, Guatemala, dan El Salvador.

"Kami bukan penjahat. Kami pekerja keras," kata mereka.

"Apakah kami sudah berada di AS," ujar beberapa migran yang bertanya dengan nada putus asa.

Pantauan AFP memperlihatkan ratusan orang berhasil melewati penghalang pertama dan mencoba melakukan penyeberangan kedua. Tapi dihalau dengan gas air mata.

Wali Kota Tijuana Juan Manuel Gastelum mengatakan tidak akan membiarkan migran merusak hubungan kota dengan tetangga di perbatasan.

Sebagian warga Tijuana bekerja, menempuh pendidikan, dan mengunjungi AS setiap hari. Penutupan perbatasan tentu akan memengaruhi aktivitas mereka.

Baca juga: Kerusuhan di Perbatasan AS-Meksiko, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Otoritas kota juga tidak akan memberikan uang atau layanan publik kepada migran. Dia meminta pemerintah pusat Meksiko untuk memberi bantuan.

"Warga Tijuana tidak akan membayar biaya tinggal para migran. Sata tidak akan membuat Tijuana terlibat utang," ucapnya melalui unggahan di Facebook pada 22 November lalu.

"Kami sedang berurusan dengan krisis kemanusiaan dan pemerintah federal harus meningkatkan tanggung jawabnya," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X