Kompas.com - 19/11/2018, 21:15 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemerintah Irak membantah laporan yang mengklaim pihaknya telah menjadi mediator atau perantara antara Arab Saudi dengan rivalnya, Iran.

Kantor kepresidenan Irak, melalui situs resminya, Senin (19/11/2018), tegas menolak dan mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut Iran ingin negosiasi kepada Arab Saudi dan Presiden Irak Barham Saleh menawarkan sebagai penengah serta pengantar pesan Teheran ke Riyadh.

"Kepresidenan Irak membantah berita itu, serta menekankan perlunya mengambil informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya," tulis pernyataan kantor kepresidenan Irak dilansir Al Arabiya.

"Terkait dengan tur Presiden Barham akhir-akhir ini, kami menegaskan kembali apa yang dikatakan presiden dalam semua pertemuannya bahwa Irak tidak memainkan peran mediator melainkan berupaya menyelamatkan Irak dari dampak konflik di wilayah tersebut," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Raja Salman Menjamu Presiden Baru Irak, Kedua Negara Mulai Akur?

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (18/11/2018), Presiden Barham Saleh berkunjung ke Riyadh dan mendapat sambutan hangat dari Raja Salman bin Abdulaziz.

Sebelum tiba di Arab Saudi, Presiden Saleh sempat menjalani tur ke beberapa negara di wilayah itu, mulai dari Yordania, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Iran.

Dalam kunjungannya ke Iran, pada Sabtu (17/11/2018), Presiden Saleh bahkan bertemu dengan Presiden Hasan Rouhani guna membahas peningkatan perdagangan bilateral.

Sementara dengan Riyadh, hubungan Baghdad dengan negara penghasil minyak bumi itu sempat mengalami ketegangan selama bertahun-tahun dan kedua negara saat ini tengah berupaya memperbaiki hubungan.

Irak berusaha untuk mendapat keuntungan ekonomi dari kedekatan hubungan dengan kerajaan kaya itu,guna membangun kembali negara usai mengalahkan kelompok ISIS.

Sementara Saudi terus mengembangkan hubungan dengan Irak untuk mengimbangi pengaruh Iran di Irak.

Tapi Iran memiliki pengaruh kuat di Irak sejak jatuhnya Saddam pada 2003, dan merupakan mitra kunci untuk menekan ISIS.

Baca juga: Iran-Irak Sepakat Bangun Zona Perdagangan Bebas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.