Kompas.com - 09/11/2018, 13:41 WIB
|

PARIS, KOMPAS.com - Pada 11 November 1918 tercatat dalam sejarah menjadi hari terakhir salah satu konflik bersenjata paling besar di dunia, Perang Dunia I.

Perang yang berlangsung 1914-1918 ini memakan korban tewas puluhan juta orang baik militer maupun rakyat sipil.

Namun, mungkin Henry Nicholas John Gunther bisa dikatakan sebagai korban tewas paling tidak beruntung atau tragis.

Baca juga: Di Sinilah, Prajurit Persemakmuran Terakhir yang Tewas di Perang Dunia I Dimakamkan

Pasalnya, prajurit asal Amerika Serikat itu tewas pada 11 November 1918 pada pukul 10.59 atau hanya satu menit sebelum gencatan senjata resmi berlaku.

Gunther, yang kebetulan adalah keturunan Jerman, terlibat dalam sebuah serbuan terhadap posisi pasukan Jerman sebelum terkena tembakan.

Dia tewas di wilayah Argonne, Perancis saat baru berusia 23 tahun setelah seorang diri menyerang sarang senapan mesin Jerman.

Pria asal Baltimore negara bagian Maryland itu baru mendaftar sebagai tentara setahun sebelumnya.

Gunther pernah diturunkan pangkatnya dari sersan menjadi prajurit setelah badan sensor militer menemukan pria itu mengkritik perang dalam surat yang dikirimnya ke rumah.

Bertekad untuk menebus kesalahan dan meraih kembali pangkatnya, Gunther menghabiskan pekan-pekan terakhir perang untuk menjadi relawan dalam misi-misi berbahaya.

Saat perang hampir berakhir, Gunther memasang bayonet di senapannya dan menerjang posisi Jerman, sementara rekan-rekannya berlindung di parit.

Pasukan Jerman, yang menyadari perang akan berakhir sebenarnya berusaha menghentikan terjangan Gunther dengan melambai-lambaikan tangan mereka.

Namun Gunther tetap menerjang dan saat dia berada di jarak lemparan granat, pasukan Jerman tak memiliki pilihan selain melepaskan tembakan.

Dan, Gunther pun tewas hanya satu menit sebelum perang berakhir. Militer AS kemudian menaikkan pangkatnya menjadi sersan anumerta.

Gunther juga dianugerahi bintang jasa "Distinguished Service Cross".

Baca juga: Pionir Operasi Plastik: Bagaimana Perang Dunia I Picu Prosedur Ini?

Selain Gunther, selama 11 November 1918 pagi hingga waktu gencatan senjata 4000 tentara Jerman juga tewas dan terluka.

Sehingga muncul spekulasi, bukan hanya Gunther yang menjadi orang terakhir yang tewas dalam Perang Dunia I.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.