Dapat Rp 175 Triliun dari Saudi dan China, Pakistan Masih Butuh Utang IMF?

Kompas.com - 08/11/2018, 08:15 WIB
Raja Salman bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan selama pertemuan di Riyadh, Saudi, pada 23 Oktober 2018. (AFP/PID) Raja Salman bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan selama pertemuan di Riyadh, Saudi, pada 23 Oktober 2018. (AFP/PID)

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Tim dari Dana Moneter Internasional ( IMF) tiba di Islamabad pada Rabu (7/11/2018) untuk membahas kemungkinan pinjaman guna menyelesaikan krisis keuangan Pakistan.

Padahal sebelumnya, Menteri Keuangan Pakistan Asad Umar mengatakan, dana dari China dan dijanjikan oleh Arab Saudi pada bulan lalu membuat kesengsaraan fiskal negara segera berakhir.

"Kami memiliki selisih 12 miliar dollar AS (Rp 175 triliun) dan dalam angka itu, 6 miliar dollar AS (Rp 87,5 triliun) berasal dari Arab Saudi dan sisanya dari China," katanya, seperti diwartakan AFP.

Baca juga: Siarkan Pidato PM Pakistan, Stasiun TV Ini Salah Tulis Beijing Jadi Begging

Dia menambahkan, sekretaris keuangan dan gubernur bank negara akan diutus dalam pertemuan di Beijing pada Jumat mendatang untuk menyelesaikan persyaratan bantuan tersebut.

Pakistan juga mengamankan bantuan pendanaan dari Saudi senilai 6 miliar dollar AS, usai Perdana Menteri Imran Khan berkunjung ke kerajaan itu pada Oktober lalu.

Meski dijanjikan Saudi, namun Kementerian Keuangan Pakistan menyebut, negara masih akan mencari dukungan IMF untuk perencanaan ekonomi jangka panjang pemerintah.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus lalu, Khan berupaya untuk mengatasi ekonomi yang berjuang melawan inflasi dan menopang cadangan devisa negara yang makin menipis.

Mantan atlet kriket itu juga mendorong penghematan, termasuk dengan melelang mobil mewah milik pemerintah.

Di sisi lain, Pakistan menerima miliaran dollar dalam bentuk pinjaman dari China untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang ambisius.

AS sebagai salah satu donor terbesar IMF khawatir dengan Pakistan yang kemungkinan menggunakan pinjaman untuk melunasi utang ke China.

Pakistan menepis anggapan AS tentang penggunaan dana talangan IMF guna membayar utangnya ke "Negeri Tirai Bambu".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber VOA News,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X