Tak Diizinkan Naik Bus di Meksiko, Karavan Migran Jalan Kaki Menuju AS

Kompas.com - 02/11/2018, 08:17 WIB
Rombongan migran asal Honduras yang berjalan menuju perbatasan AS dan akan bergabung dengan iring-iringan migran dari Guatemala dan El Salvador. AFP / ORLANDO ESTRADARombongan migran asal Honduras yang berjalan menuju perbatasan AS dan akan bergabung dengan iring-iringan migran dari Guatemala dan El Salvador.

TAPACHULA, KOMPAS.com - Otoritas Meksiko menolak permintaan ribuan migran untuk dapat menggunakan bus di negara itu dengan tujuan mencapai Amerika Serikat.

Seperti diketahui, sekitar 4.000 migran dari Amerika Tengah sedang melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat dalam rombongan atau karavan.

Melansir Daily Mail, pria, perempuan, dan anak-anak yang kelelahan itu tetap melanjutkan perjalanan meski harus berjalan kaki.

Otoritas Meksiko tidak mengabulkan keinginan migran agar tetap bisa memanfaatkan bus menuju Mexico City.

Baca juga: Karavan Migran Menuju Perbatasan, Trump Ingin Kerahkan 15.000 Tentara

Pada Kamis (1/11/2018) dini hari, mereka kembali memulai pengembaraan mereka dengan memanfaatkan temperatur udara yang masih bersahabat pada pagi hari.

Di Juchitan, migran berangkat pukul 03.00 dini hari menuju kota Matias Romero, kemudian mencapai kota pesisir Veracruz yang dikenal sebagai rute transit terdekat dengan perbatasan Meksiko-AS di McAllen, texas.

Awalnya, pengurus karavan migran menyatakan tujuan mereka ke Santa Maria Jalape de Marques di negara bagian Aoxaca, namun kemudian memutuskan untuk mengubah rencana.

"Hari ini ada kemungkinan memakai 70 bus dari banyak sumber yang mendukung, tapi di bawah tekanan pemerintah Meksiko yang kemudian menarik dukungan," kata koordinator karavan migran dalam pernyataan.

"Mereka membiarkan eksodus tidak punya pilihan selain terus berjalan kaki menuju Veracruz, sebuah negara bagian dengan risiko kekerasan yang tinggi di tangan organisasi kriminal," imbuhnya.

Para migran harus berjalan kaki sekitar 64 km dari Juchitan ke Matias Romero, dan dari sana masih ada 726 km perjalanan yang harus ditempuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X