Trump Desak Meksiko Hentikan Rombongan Migran yang Menuju Perbatasan

Kompas.com - 31/10/2018, 23:06 WIB
Presiden AS Donald Trump. AFP/NICHOLAS KAMMPresiden AS Donald Trump.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump terus menekan kepada Pemerintah Meksiko agar turut berupaya menghentikan rombongan migran yang tengah bergerak menuju perbatasan Amerika.

Kekhawatiran Trump akan kedatangan ribuan migran tersebut menyusul AS yang akan memasuki masa akhir kampanye sebelum pemilu paruh waktu yang menentukan.

Trump telah berusaha menempatkan hal paling utama menjelang pekan pemilihan yang ketat, memerintahkan ribuan pasukan militernya menuju perbatasan di selatan dan mengancam untuk menghapus secara otomatis kewarganegaraan anak-anak imigran yang lahir di AS.

"Iring-iringan migran itu terdiri dari warga yang berkemauan keras. Berusaha dengan keras dan kejam melawan Meksiko di perbatasan utara sebelum menerobos."


Baca juga: Trump Berencana Bangun Kota Tenda bagi Para Migran

"Tentara Meksiko terluka, tak mampu dan tak mau menghentikan iring-iringan. Seharusnya mereka menghentikan mereka sebelum mencapai perbatasan kami, tapi itu tidak mereka lakukan!" tulis Trump dalam akun Twitter-nya, Rabu (31/10/2018).

Pemerintahan Trump dilaporkan telah kembali mengirim pesan kepada Meksiko atas tindakan yang telah dilakukan, memujinya karena telah mencoba membantu namun juga mendorongnya agar berbuat lebih banyak dalam menghentikan para migran.

Melansir dari AFP, Trump sebelumnya telah menyampaikan terima kasih kepada Meksiko karena telah mengerahkan pasukan antihuru hara ke perbatasan selatan negara itu.

"Pemerintah Meksiko telah mengambil langkah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

Trump sebelumnya telah mengumumkan pengiriman lebih dari 5.000 tentara untuk membantu pasukan di perbatasan AS-Meksiko.

Baca juga: Cegah Karavan Migran, AS Kerahkan 5.200 Pasukan di Perbatasan Meksiko

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X