Presiden Korsel Sebut Kim Jong Un Bakal Kunjungi Seoul "Segera"

Kompas.com - 01/11/2018, 17:08 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan.

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in menyebut Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bakal mengunjungi Seoul di tahun ini.

Dalam pertemuan dengan anggota parlemen, Moon juga mengatakan Semenanjung Korea semakin mendekati momen perdamaian yang nyata.

Baca juga: Dennis Rodman Tak Tahu Bakal Bertemu Kim Jong Un saat Pertama ke Korea Utara

Dilansir AFP Kamis (1/11/2018), Moon berkata Kim bakal berkunjung ke Rusia dan menerima kunjungan Presiden China Xi Jinping.

Selain itu, terdapat peluang Kim bakal bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. "Setelah itu Pemimpin Kim bakal berkunjung ke Seoul sesegera mungkin," ujar Moon.

Pernyataan presiden berusia 65 tahun itu datang setelah peraturan larangan terbang diberlakukan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan dua Korea.

Sepanjang 2018 ini, Moon dan Kim telah tiga kali bertemu dengan pertemuan terakhir terjadi pada 18-20 September di ibu kota Pyongyang.

Dalam pertemuan tersebut, Kim sepakat untuk mengunjungi ibu kota Korsel "di masa mendatang" tanpa menyebutkan tanggal spesifiknya.

Menjabat pada 10 Mei 2017, Moon berusaha membuat perdamaian dengan negara komunis yang mendapat sanksi dari PBB karena kepemilikan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Dia mengomentari rencana pertemuan kedua antara Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebutnya bisa terjadi dalam waktu dekat.

"Kini Utara bersama Selatan, dan AS bakal mencapai denuklirisasi penuh dan perdamaian akan terjadi di Semenanjung Korea," ulas Moon.

Secara teknis, Korut dan Korsel masih berada dalam peperangan karena Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953 hanya berakhir dengan gencatan senjata.

Dalam pakta yang ditandatangani seusai pertemuan di Pyongyang, menteri pertahanan dua negara sepakat menghapus segala aktivitas berujung provokasi di perbatasan.

Mereka juga berkomitmen untuk tidak menerapkan latihan militer baik di darat, laut, dan udara untuk menghindari kecelakaan yang tak perlu.

Baca juga: Trump dan Kim Jong Un Disebut akan Bertemu Lagi pada Tahun Depan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X