Trump dan Kim Jong Un Disebut akan Bertemu Lagi pada Tahun Depan

Kompas.com - 20/10/2018, 15:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dunia masih menantikan kapan pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali digelar.

Seorang pejabat senior pemerintah AS pada Jumat (19/10/2018) mengatakan kepada wartawan mengenai kemungkinan KTT jilid II akan diselenggarakan pada awal tahun depan.

"Pertemuan kemungkinan akan digelar beberapa saat setelah awal tahun," kata pejabat AS itu, seperti diwartakan Straits Times.

Baca juga: Presiden Mongolia Undang Kim Jong Un untuk Kunjungi Ulan Bator

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berharap dapat bertemu dengan pejabat Korea Utara di Washington DC untuk mengatur KTT mendatang.

"Saya berharap, kami dapat mengadakan pertemuan dengan pemimpin senior ( Korut) di sini pada pekan depan," ucapnya dalam wawancara dengan VOA.

"Kami bertemu untuk melanjutkan diskusi sehingga saat mereka berdua (Trump dan Kim) berkumpul, ada peluang nyata untuk membuat langkah besar dalam kemajuan denuklirisasi," ujarnya.

AFP mengabarkan, kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho ke ibu kota AS akan menjadi tonggak lain dalam hubungan negara Semenanjung Korea.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan tidak pernah menandatangani perjanjian untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953 secara formal.

"Kami sedang berupaya untuk menentukan tanggal dan waktu, serta lokasi untuk kedua pemimpin," ucap Pompeo.

Pompeo mengatakan, Kim sepakat dengan AS soal keputusan strategis mengenai senjata nuklir tidak membuat masong-masing negara menjadi sukses.

Baca juga: Vatikan Menantikan Undangan Resmi dari Kim Jong Un

"Saya sangat senang dia membuat keputusan ini, tapi untuk melaksanakannya itu rumit dan akan memakan waktu," katanya.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri menolak mengklarifikasi pernyataan Pompeo tentang rencananya bertemu menlu Korut di Washington.

Di sisi lain, AS dan Korea Selatan setuju untuk menghentikan latihan pertahanan udara gabungan sehingga upaya diplomatik dengan Korea Utara terus berlanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X