Rusia: Jika Perang Nuklir, Semua Orang Bakal ke Surga atau Neraka

Kompas.com - 23/10/2018, 17:10 WIB
Awan berbentuk jamur dari uji coba nuklir Castle Bravo 1 Maret 1954 NOAAAwan berbentuk jamur dari uji coba nuklir Castle Bravo 1 Maret 1954

MOSKWA, KOMPAS.com - Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov memberikan klarifikasi atas pernyataan Presiden Vladimir Putin.

Sebelumnya pada pekan lalu dalam sebuah pertemuan di Sochi, Putin menuturkan Rusia bakal mengerahkan senjata nuklir jika mendapat serangan.

Baca juga: Putin: Jika Diserang, Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir

Dia melanjutkan dengan mengakui aksi tersebut bakal berdampak kepada kemusnahan global. Namun, dia menggarisbawahi pernyataan "Rusia tak memulainya".

"Kami jelas adalah korban dari agresi itu, dan bakal naik ke surga sebagai martir. Sedangkan penyerang bakal terbunuh lebih dahulu," ujar Putin.

Dikutip TASS via Newsweek Senin (22/10/2018), Peskov menuturkan presiden berusia 66 tahun itu sedang menggunakan bahasa kiasan.

"Dia tentu tak sedang membicarakan surga atau ke mana kami bakal pergi," ujar Peskov yang menjelaskan, inti dari ucapan Putin adalah Rusia tak memulai serangan.

"Jika perang nuklir pecah, semua orang tentunya bakal pergi ke surga atau neraka. Sisanya merupakan kalimat kiasan," ujar Peskov.

Komentar Putin terjadi sebelum Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengumumkan niat untuk keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) merupakan kesepakatan yang diteken di 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

Kesepakatan itu menitikberatkan kedua belah pihak untuk tak mengembangkan senjata nuklir dengan jangkauan antara 500 hingga 5.500 kilometer.

Trump menyebut Kremlin telah melanggar perjanjian selama bertahun-tahun. "Kami tak bakal membiarkan mereka terus melakukan pelanggaran," tutur dia.

Presiden berusia 72 tahun itu melanjutkan, AS bakal membangun persenjataan nuklir tidak saja untuk menekan Rusia, namun juga China.

Tak termasuk ke dalam negara yang terikat dengan INF, China dilaporkan bisa mengembangkan rudal balistik dengan jangkauan 15.000 kilometer.

Baca juga: Trump: AS Akan Bangun Senjata Nuklir untuk Tekan Rusia dan China



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X