Kompas.com - 23/10/2018, 08:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan, negaranya akan meningkatkan senjata nuklir untuk menekan Rusia dan China.

Diwartakan BBC, Senin (22/10/2018), dia meyakini Rusia telah melanggar Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987.

Perjanjian era Perang Dingin itu melarang keberadaan rudal jarak menengah. Tujuannya, untuk mengurangi ancaman Uni Soviet kepada negara-negara Eropa.

Baca juga: Rusia: Dunia Tak Aman jika AS Keluar dari Perjanjian Nuklir

Trump mengatakan, AS akan membangun senjata nuklir sampai orang-orang menyadarinya.

"Sampai orang-orang sadar, kami akan membangunnya," katanya di Gedung Putih.

"Ini ancaman bagi siapa pun yang Anda ingin terlibat termasuk China, Rusia, serta lainnya yang ingin ikut serta," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AFP melaporkan, China bukanlah negara yang ikut tanda tangan dalam INF. Namun, negara itu menyerukan agar AS berpikir lagi soal keputusan untuk menarik diri dari perjanjian senjata nuklir itu.

"Perlu ditekankan bahwa salah untuk mengaitkan China ketika berbicara tentang penarikan dari perjanjian itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov menyanggah klaim Trump soal Rusia melanggar Perjanjian INF.

Peskov menegaskan Negeri "Beruang Merah" bakal selalu berkomitmen dan menghormati INF.

Dia merujuk kepada perkataan sebelumnya dari Presiden Vladimir Putin bahwa Rusia tidak akan pernah mulai menembakkan nuklir dan memulai konflik.

Baca juga: Macron Ingatkan Trump Pentingnya Kesepakatan Senjata Nuklir dengan Rusia

"Keinginan untuk menarik diri dari perjanjian jadi perhatian terbesar kami. Jika benar, maka dunia ini sangat tidak aman," ucap Peskov.

Perjanjian INF ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, menyebabkan 2.700 rudal jarak pendek dan menengah dapat dihilangkan.

Perjanjian tersebut sekaligus mengakhiri perlombaan senjata pada 1980-an, yang dipicu oleh penyebaran rudal nuklir SS-20 Soviet di ibu kota Eropa Barat.



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.