Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Saat Media Berita Meredup, Stasiun Radio Ini Justru Bangkit

Kompas.com - 20/10/2018, 18:40 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BFM dengan kekuatannya pada program “bincang-bincang” (bukan musik), memiliki pendengar sekitar 350.000, hampir 5 persen dari populasi Klang Valley yang mencapai 8 juta.

Di era “komunitas” dan gaya marketing yang terfokus, BFM 89.9 bisa disebut “menguasai” para elite korporat dan professional di Malaysia, dengan menyediakan sarana menarik bagi pengiklan, bahkan di tengah kekuasaan media sosial.

Saat Tim Ceritalah mengunjungi BFM, Khairy Jamaluddin, sosok UMNO yang dapat menarik suara golongan kaya Malaysia, sedang diwawancarai program talkshow pagi yang terkenal “The Breakfast Grille”.

Dipandu Melisa Idris, acara tersebut memang sesuai namanya, “memanaskan” tamunya dengan ganas. Anda akan dinilai hebat kalau bisa selamat dari pertanyaannya yang menawan tapi tajam dan menusuk.

Tak heran jika banyak figur korporat dan politik (termasuk juga pejabat Pakatan Harapan, atau PH) yang gagal. Namun, bagi mereka yang tidak asing dengan acara talkshow radio Amerika, mungkin level adrenalinnya masih tergolong rendah.

Tetap saja, mengingat kejatuhan “juru bicara” UMNO, Utusan Malaysia, dan perpindahan partai ke sayap kanan, dan menjadi lebih konservatif, mungkin kita perlu bertanya, apakah keterbukaan BFM 89.9 terhadap debat dan keberagaman–bisa disebut sebagai etos “liberal-nya”-adalah inti dari kesuksesannya saat ini?

Tentunya, kebebasan terhadap opini yang berbeda juga merupakan keunggulan dari administrasi PH.

Di saat Anwar Ibrahim, Perdana Menteri yang menggantikan Mahathir Mohamad, mencerca para “super liberal”, dapat dikatakan bahwa demografi inilah yang menjadi kunci kemenangan Pakatan Harapan dan juga kesuksesannya.

Malek Ali pun cukup berhati-hati saat menyentuh soal liberalisme. “Saya berusaha untuk memahami definisi liberalisme di Malaysia… itu adalah salah satu hal yang saya coba jauhi, sebab sering disalahgunakan, atau dikaitkan dengan kelonggaran hingga terlihat menjadi sesuatu yang tak bermoral,” kata Malek.

Tentu, liberalisme memiliki makna lebih besar dari sekadar hak LGBT. Pemberitaan bisnis BFM 89.9 cukup sealur dengan pemahaman klasik Adam Smith dan keberpihakannya terhadap pasar terbuka dan perdagangan bebas, belum lagi membahas argumen terhadap kebebasan individu yang diolah dari karya Thomas Hobbes dan John Locke.

Baca juga: Malaysia Targetkan Jadi Negara Maju di Tahun 2024

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.