Kompas.com - 19/10/2018, 15:54 WIB
|

2. Kontrak militer

Anggaran militer Arab Saudi adalah yang terbesar ketiga di dunia pada 2017, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Tahun lalu, Saudi menandatangani kesepakatan persenjataan dengan AS senilai 110 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.667 triliun, dengan opsi bertambah menjadi lebih dari 350 miliar dollar AS dalam kurun 10 tahun.

Gedung Putih menggambarkan kesepakatan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah AS.

Baca juga: Raibnya Jamal Khashoggi, Seorang Jenderal Jadi Kambing Hitam

Negara-negara Barat lain yang memasok senjata ke Saudi di antaranya Inggris, Perancis, dan Jerman.

Tajuk rencana yang ditulis Aldakhil mengisyaratkan jika Barat menerapkan sanksi, Saudi bisa meminta China dan Rusia untuk memenuhi kebutuhan militernya.

3. Keamanan dan terorisme

Negara-negara Barat sudah menekankan bahwa Saudi berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Timur Tengah dan dalam memerangi terorisme.

Perdana Menteri Inggris Theresa May pernah mengatakan pentingnya tetap memiliki hubungan yang erat dengan Saudi meski muncul tuduhan militer Saudi "melakukan kejahatan perang di Yaman".

PM May mengatakan apa yang dilakukan Saudi juga "membantu keamanan di dalam negeri Inggris".

Saudi adalah anggota koalisi internasional yang memerangi kelompok ISIS dan tahun lalu mendirikan koalisi antiterorisme yang beranggotakan 40 negara Islam.

Aldakhil menulis jika Barat menerapkan sanksi terhadap Saudi, maka kerja sama intelijen dan pertukaran informasi antara Saudi, AS, dan negara-negara Barat lain dipastikan akan dihentikan oleh Riyadh.

4. Aliansi regional

Saudi menggalang kerja sama yang erat dengan Washington dalam meredam pengaruh Iran di kawasan.

Saudi (yang merepresentasikan kekuatan Sunni) dan Iran (yang mewakili kekuatan Syiah) sudah sejak lama terlibat dalam konflik, baik secara langsung maupun tidak langsung, di Timur Tengah selama beberapa dekade.

Baca juga: Presiden Trump Akhirnya Percaya Jurnalis Jamal Khashoggi Dibunuh

Di Suriah, Saudi mendukung faksi-faksi pemberontak yang mencoba menggulingkan Presiden Bashar al-Assad sementara Iran, bersama Rusia, membantu pemerintah yang berkuasa.

Aldakhil memperingatkan sanksi dari AS bisa mendorong Saudi "untuk menghangatkan hubungan dengan Iran, bahkan mungkin Saudi melakukan rekonsiliasi dengan negara tersebut".

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.