Trump: Menteri Pertahanan Jim Mattis Mungkin akan Mundur

Kompas.com - 14/10/2018, 22:16 WIB
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis. AFP / EMMANUEL DUNANDMenteri Pertahanan AS Jim Mattis.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyampaikan kemungkinan akan ada lagi pejabat dalam jajaran kabinetnya yang akan segera mundur.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan pada Minggu (14/10/2018).

Trump mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Jim Mattis "mungkin" akan segera mundur. Saat ditanya alasan Mattis mundur, Trump hanya menjawab jika dia "terlalu Demokrat".

"Bisa jadi itu dia. Saya pikir dia sedikit Demokrat, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Trump, menurut kutipan yang dirilis oleh CBS.

Meski mengatakan hal tersebut, Trump menegaskan bahwa hubungannya dengan Mattis baik-baik saja.

Baca juga: Pendeta AS yang Dibebaskan Turki Bertemu Trump di Gedung Putih

"Jenderal Mattis adalah orang yang baik. Kami berteman dengan baik. Tapi dia mungkin akan pergi. Maksud saya, pada satu titik, pada akhirnya semua akan pergi," kata Trump dilansir AFP.

Trump juga menegaskan bahwa Mattis tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa dia berencana untuk pergi dari kabinetnya.

Presiden berusia 72 tahun itu mengatakan terakhir bertemu dengan Mattis dalam sebuah pertemuan makan siang beberapa hari sebelumnya dan tidak ada pembicaraan tentang hal tersebut.

Pernyataan Trump terkait Mattis itu keluar setelah dia diminta pendapat mengenai perubahan terkini dalam jajaran kabinetnya, di mana sebelumnya Nikki Haley menyatakan mundur dari jabatan sebagai duta besar AS untuk PBB.

"Saya mengubah hal-hal yang ada di sekitar, dan saya berhak untuk itu. Saya sekarang memiliki orang-orang yang siaga dan itu akan menjadi luar biasa. Mereka akan bergabung dalam pemerintahan, mereka akan menjadi luar biasa," kata Trump.

Trump mengakui bahwa dirinya memiliki beberapa orang yang tidak disukainya berada bersamanya.

"Saya pikir kita memiliki kabinet yang hebat. Ada beberapa orang yang saya tidak senang dengannya. Saya memiliki beberapa orang yang saya tidak suka dengannya. Dan saya memiliki orang-orang lain yang sangat saya suka," ujarnya.

Jim Mattis, selama ini dipandang sebagai salah satu pejabat dalam kabinet Trump yang paling stabil, tetapi juga lebih independen. Dia telah bekerja sebagai penyeimbang yang rendah hati terhadap presiden yang dikenal sering kasar terhadap sekutu-sekutunya.

Baca juga: Nikki Haley Mundur dari Jabatan Duta Besar AS untuk PBB



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X